Dikes catat 50 kasus HIV/AIDS di Lombok Utara

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes KLU, I Nyoman Sudiarta. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today -Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat sebanyak 50 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) hingga tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 33 orang merupakan laki-laki dan 17 orang perempuan.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes KLU, I Nyoman Sudiarta, menyebutkan 39 ODHA saat ini menjalani pengobatan di RSUD Lombok Utara, sementara 11 lainnya ditangani melalui layanan Puskesmas.

 

Namun, terdapat 4 penderita yang meninggal dunia serta 4 ODHA lainnya yang lost contact karena enggan melanjutkan pengobatan. Dengan demikian, ODHA yang masih aktif mengakses layanan kesehatan berjumlah 42 orang.

 

“Sebagian besar kasus HIV/AIDS di Lombok Utara ditularkan melalui seks bebas. Karena itu, pendekatan pencegahan terus difokuskan pada populasi kunci, yakni pekerja seks, pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL), pengguna narkoba suntik (penasun), serta waria atau transgender,” jelas Nyoman, Jumat (21/08/2025).

 

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanganan HIV/AIDS di Lombok Utara masih berkaitan dengan stigma sosial. “Stigma dan diskriminasi membuat sebagian ODHA enggan terbuka maupun melanjutkan pengobatan,” ujarnya.

 

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan rutin menggelar skrining di sejumlah lokasi, termasuk tempat hiburan di kawasan Tiga Gili maupun wilayah daratan. Sosialisasi juga digencarkan ke sekolah-sekolah, pusat hiburan, hingga lingkungan masyarakat.

 

”Kami secara masif melakukan sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS, cara penularannya, hingga pentingnya pengobatan,” tegasnya.

 

RSUD Lombok Utara sendiri telah menyiapkan layanan lengkap dengan ketersediaan obat antiretroviral (ARV). Obat ini berfungsi menghambat perkembangan virus HIV, menurunkan jumlah virus dalam darah (viral load), sekaligus memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh.

 

”Kami berharap, dengan deteksi dini dan edukasi yang berkelanjutan, angka penularan HIV/AIDS dapat ditekan sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHA di tengah masyarakat,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI