Desa Senaru jadi role model perlindungan perempuan dan anak

Ilustrasi Perempuan dan Anak. (Foto Pixabay)

kicknews.today – Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), ditetapkan sebagai role model perlindungan perempuan dan anak setelah berhasil meraih penghargaan sebagai desa yang peduli dan aktif dalam pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Penghargaan tersebut diberikan atas meningkatnya kesadaran masyarakat Desa Senaru dalam melaporkan kasus kekerasan dan pelecehan, baik yang menimpa perempuan maupun anak. Peran aktif warga dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan yang responsif dan berkelanjutan di tingkat desa.

Lombok Immersive Edupark

Keberhasilan Desa Senaru tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Daerah, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), serta UNICEF yang selama ini melakukan pembinaan di sejumlah desa di KLU, yakni Desa Senaru, Bayan, Sigar Penjalin, dan Jenggala. Dari beberapa desa tersebut, Senaru dinilai paling konsisten dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mendukung perlindungan perempuan dan anak.

Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) KLU, Ari Wahyuni mengatakan meningkatnya kesadaran warga berdampak langsung terhadap penanganan kasus di lapangan.

“Alhamdulillah, warga sekarang sangat sadar penuh. Setiap ada kasus, mereka langsung melapor dan kami dari tim UPT PPA sigap langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan,” ujar Ari, Rabu (31/12/2025).

Dia mengungkapkan, berdasarkan data UPTD PPA KLU, jumlah kasus anak pada 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023 tercatat sebanyak 123 kasus, meningkat menjadi 131 kasus pada 2024 dan kemudian menurun menjadi 93 kasus pada 2025.

“Alhamdulillah, terjadi penurunan kasus dari 2024 ke 2025 yang lumayan signifikan. Kami berharap tren ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Dalam dua bulan terakhir, UPTD PPA KLU juga memfokuskan pendampingan pada kasus pelecehan anak dan perempuan. Ari menjelaskan, sejumlah kasus anak telah ditangani secara intensif hingga tuntas.

“Untuk kasus anak, terutama pelecehan dalam dua bulan terakhir, kami dampingi secara intensif. Beberapa kasus sudah selesai dan korban telah dikembalikan ke keluarga masing-masing. Sedangkan untuk perempuan, kami juga tengah mendampingi kasus terkait perlindungan data pribadi berupa video unsur asusila yang dilaporkan sejak Oktober lalu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman menyampaikan apresiasi kepada desa-desa yang menunjukkan komitmen tinggi dalam pemenuhan hak perempuan dan anak, khususnya Desa Senaru yang telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi, UNICEF, dan LPA.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Desa Senaru dan desa lainnya. Ini membuktikan bahwa peran aktif desa dalam pemenuhan hak anak dan pemberdayaan perempuan sangat krusial,” ujarnya.

Dia berharap capaian Desa Senaru dapat menjadi contoh dan motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Lombok Utara untuk menerapkan standar perlindungan perempuan dan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI