Demo mahasiswa di Kantor Pemda Lombok Barat ricuh, mobil Bupati dihadang

kicknews.today – Aksi demonstrasi Front Mahasiswa (FM) Lombok Barat yang mendesak Bupati untuk mencopot Kepala Dinas PUPT dan Dirut RSUD Tripat berakhir ricuh, Kamis (6/7). Mahasiswa memaksa menerobos masuk ke halaman Kantor Bupati hingga terjadi ketegangan dengan SatPol PP dan oknum berbaju preman.

Pantauan kicknews.today di lokasi, aksi demonstrasi tersebut berjalan lancar awalnya. Para mahasiswa memaksa masuk dan mencoba menghadang mobil Dinas Bupati yang saat itu hendak dipindahkan oleh sopir pribadinya.

Mahasiswa yang memaksa masuk ke halaman Kantor Bupati dihalau petugas. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, hingga pintu gerbang nyaris roboh.

Setelah berhasil menerobos, mahasiswa kembali memaksa masuk ke Gedung Putih Kantor Bupati, namun dihalau jajaran aparat dan seorang pria berpakaian preman. Akhirnya keributan kembali terjadi. Kericuhan itu pun mengundang para pegawai setempat berkerumun keluar kantor. Namun, keributan itu berhasil dilerai.

Merasa buntu, para mahasiswa pun berkumpul di parkiran utama tepat di belakang mobil dinas Bupati Lombok Barat. Namun, saat sopir Bupati hendak memindahkan kendaraan, para mahasiswa pun mencoba menghadang.

Bahkan, salah seorang mahasiswa sampai nekat tidur terlentang di depan mobil dinas Bupati Lombok Barat. Setelah dilakukan pendekatan, mobil Dinas Bupati pun akhirnya bisa dipindahkan.

Ketua umum FM Lombok Barat Muhammad Taufik membenarkan dirinya sempat diancam dan ditantang untuk berkelahi oleh pria berpakaian preman. Terkait keributan itu ia meminta maaf.

“Kami mohon maaf kalau ada dari pihak kami yang memulai keributan, tapi kita tidak ingin seperti itu. Kami hanya ingin suara kami didengar oleh Bupati Lombok Barat,” katanya.

Para mahasiswa yang sudah lama menunggu akhirnya ditemui oleh Sekda Lombok Barat H. Ilham ditemani Kadis PUTR Made Arthadana. Mereka meminta maaf baru bisa menemui mahasiswa karena baru selesai rapat

“Kami meminta maaf karena baru bisa menemui adik-adik mahasiswa. Kami sedang rapat pimpinan di dalam, membahas Lombok Barat saat ini. Tujuan kita sama yakni kita bicara tentang mengelola Lombok Barat ke depan, jadi linier keinginan kita,” ujar Sekda memberi permakluman.

Terkait aksi tersebut, Sekda juga menegaskan bahwa sebelumnya tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga pihaknya tidak bisa segera menemui kalangan mahasiswa. Namun terkait tuntutannya terkait akses jalan, pihaknya setiap tahun selalu mengupayakan.

Kemudian soal pelayanan di RSUD Tripat, Sekda mengatakan bahwa selama ini pihak Pemda melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Tripat sudah banyak berbuat di masyarakat.

“Beberapa diantaranya adalah dengan membangun Pustu dan Puskesmas, bahkan kita mempunyai dua Rumah Sakit. Sedangkan di daerah lain hanya satu. Jadi intinya, apa yang disampaikan mahasiswa sudah kita jalankan dan kita kerjakan. Kalau pun ada yang belum di kerjakan, itu yang mencoba kita lakukan percepatan,” tegasnya.

Merasa tak puas dan tuntutannya tak diakomodir, para mahasiswa mengancam akan kembali datang Senin pekan depan dengan tuntutan yang sama sembari membubarkan diri. (ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI