Demo bubarkan PD Agro Selaparang, gerbang kantor Bupati Lombok Timur rusak

kicknews.today – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Lombok Timur (Lotim) kembali gelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Lotim pada Senin (21/11).

Kali ini, mereka mendesak jajaran DPRD dan Bupati Lotim untuk mengevaluasi kinerja jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang yang dituding kurang berhasil mengelola perusahaan, karena terus alami kerugian.

“DPRD Lotim harus segera mengevaluasi Direksi PD Agro Selaparang, karena perusahaan itu terus membebani APBD,” desak Ketua Umum HMI Cabang Lombok, Zulhuda.

Ia menambahkan, kerugian tersebut ditandai dengan adanya kebijakan Bupati kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Lotim untuk membeli beras dari perusahaan daerah itu.

“Terakhir, bupati melalui BKPSDM memaksa ASN untuk membeli beras di PD Agro. Itu bentuk keistimewaan kepada perusahaan milik daerah yang tidak memberi manfaat kepada masyarakat dan Pemda sendiri. Itu bentuk PD Agro tak ingin alami kerugian, sehingga adanya kebijakan tersebut” tegasnya.

Dari itu lanjut dia, DPRD Lotim didesak sesegera mungkin membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membedah penyakit PD Agro atau bahkan membuat rekomendasi pembubaran perusahaan daerah itu.

“Kami mendesak DPRD membentuk Pansus untuk melakukan evaluasi total dan membubarkan PD Agro yang tidak memberikan manfaat kepada daerah,” katanya.

Mendengar aspirasi itu, Ketua Komisi lll DPRD Lotim, Hasan Rahman mengaku sepakat dengan tuntutan massa aksi, jika PD Agro Selaparang butuh dibenahi dan mendapat penanganan serius.

Pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan massa aksi dengan langsung mengagendakan rapat dengan eksekutif. “Kami akan segera agendakan rapat untuk membahas terkait tuntutan ini, yang salah satunya melakukan evaluasi dan membubarkan PD Agro,” kata politikus Golkar itu saat menemui massa aksi di depan kantor DPRD.

Bahkan Hasan Rahman akan mengundang perwakilan-perwakilan HMI dalam rapat yang diagendakan itu. Agar aspirasi dan tuntutan mengenai PD Agro itu disampaikan langsung di forum tersebut.

“Kami akan undang adik-adik di dalam rapat itu, besok kita gelar rapat terkait tuntutan adik-adik ini,” tegasnya.

Mendapat jawaban yang cukup memuaskan, massa langsung long march dan melanjutkan aksi di depan Kantor Bupati Lombok Timur.

Di depan kantor bupati, massa aksi menyuarakan aspirasi sama dan ditemui oleh Asisten I Bupati Lotim, M Ahsan yang menyatakan jika aspirasi massa aksi akan dihimpun dan akan diteruskan ke pimpinan sebagai bahan evaluasi.

“Kami akan sampaikan aspirasi dari adik-adik ke pimpinan, sebagai laporan kami sebagai dasar dilakukan evaluasi,” bebernya.

Pada aksi di kantor bupati, sempat terjadi sedikit gesekan disaat jalannya demonstrasi, hingga gerbang kantor bupati roboh. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI