Dari kampung untuk perubahan, nongkrong Ramadhan jadi wadah edukasi dan kepedulian sosial

Foto bareng usai Nongkrong Ramadan di Dusun Gol, Desa Medana. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Remaja Masjid Nurul Islam Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar kegiatan bertajuk Nongkrong Ramadhan dengan tema “Pemuda, Kampung, dan Hal-hal Penting yang Mengitarinya”. Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Nurul Islam dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Kepala Desa Medana, Lalu Didik Indra Cahyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pemuda Dusun Gol. Dia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam membangun ruang diskusi bagi generasi muda.

“Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas dilaksanakannya kegiatan ini. Sangat luar biasa, karena kegiatan seperti ini baru pertama kali ada di Desa Medana, dan hanya ada di Dusun Gol,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Masdiyanto (penulis buku), Hayadi (Pelaksana Kewilayahan Dusun Gol) dan Agil Najjah Syifani (Pendamping YBM PLN).

Dalam pemaparannya, Hayadi menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga maraknya pernikahan dini.

“Remaja saat ini memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari pergaulan, narkoba, hingga pernikahan dini,” ungkapnya.

Sementara, Masdiyanto menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi dalam membangun kesadaran sosial pemuda. Ia mengajak generasi muda untuk membiasakan diri membaca sebagai langkah awal memperluas wawasan.

“Pengetahuan adalah bekal penting bagi masa depan, dan salah satu pintu utama untuk mendapatkannya adalah membaca. Tidak perlu langsung lama, satu halaman setiap hari saja sudah cukup, yang penting konsisten,” katanya.

Dia juga mendorong para pemuda untuk mulai menulis sebagai sarana menyampaikan gagasan dan pengalaman kepada masyarakat.

“Saya sendiri mulai menulis dari cerita-cerita sederhana di kampung ini, dari percakapan di berugak, cerita orang tua, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat,” Katanya.

Sementara, Agil Najjah Syifani menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agent of change dalam pembangunan masyarakat. Ia mengajak pemuda untuk aktif berkolaborasi dan berkontribusi dalam pemberdayaan lingkungan sekitar. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI