in

Tenaga medis di Mataram mulai gelisah pikirkan Insentif

Salah seorang tenaga medis di RSUD Mataram membantu salah satu pasien. foto : Vik  

kicknews.today – Para tenaga medis di Kota Mataram gelisah.  Dana insentif semua mereka selama menangani pasien positif Corona tak kunjung cair. Pemicunya, ada keterlambatan Pemerintah Kota Mataram mengajukan dana insentif ke pusat.

Dikonfirmasi kicknews.today, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan dana insentif bagi semua tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien positif Covid-19 di Mataram.

“Kita sudah mengajukan ke Kemenkes. Selanjutnya nanti akan ditransfer. Tapi, tim dari Provinsi masih memverifikasi semua data nakes yang dapat dana insentif ini,” katanya, Jumat (26/6).

Menurut Usman, dana insentif nakes yang melayani pasien positif sesuai dengan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) masih diajukan. Maksimal dana yang diberikan pusat sesuai jabatan nakes berkisar antara Rp15 juta hingga Rp10 juta.

“Itu tergantung jabatannya. Apakah dia spesialis paru atau dokter,” jawabnya.

Khusus untuk nakes yang bekerja di puskesmas kata Usman, telah di SK-kan sesuai kebijakan Pemkot Mataram. “Khusus yang di rumah sakit belum,” katanya.

Tanpa terkecuali, semua nakes baik yang ASN dan non ASN yang melayani pasien positif Covid-19, baik dari sopir ambulance hingga office akan diberikan insentif khusus selama melayani pasien positif Covid-19.

“Sehingga total anggaran insentif yang kita ajukan senilai Rp 2,9 miliar. Itu khusus bulan Maret dan April.  Bulan Mei belum kita ajukan,” katanya.

Sedangkan  untuk nakes yang bekerja di 11 Puskesmas di Mataram, dana insentif yang diajukan sebesar Rp 400 juta. “Khusus nakes di Puskesmas sudah kita ajukan untuk insentifnya selama 3 bulan. Baik yang jadi cleaning service dan lain-lain yang bersentuhan langsung dengan pasien positif Covid-19,” jelasnya.

“Nah khusus nakes di Rumah Sakit Umum Daerah Mataram sejauh ini bekum dapat SK. Saya liat juga daerah lain banyak yang terlambat,” tutupnya.(Vik)

 

What do you think?

Written by Ahmad Viqi

Menulislah selagi masih bernafas

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Bayi umur 1 bulan positif Covid-19 di Lombok Tengah meninggal

Pemda Lombok Barat cabut larangan operasional Hotel dan objek Wisata