CCTV hingga Command Center, TNGR siapkan Rinjani naik kelas dunia

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi Gunung Rinjani sebagai destinasi pendakian kelas dunia. Upaya ini tidak semata mengejar pengakuan global, tetapi lebih menitikberatkan pada penguatan konservasi, keselamatan pengunjung, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan menegaskan bahwa seluruh program pengembangan Rinjani saat ini berada pada jalur yang tepat atau on the track. Konsep pendakian kelas dunia yang diusung TNGR diterjemahkan melalui penerapan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Lombok Immersive Edupark

“Pendakian kelas dunia versi Rinjani adalah bagaimana kita mengedepankan konservasi lingkungan, menjamin keselamatan pendaki, dan memastikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tetap terjaga. Inilah yang terus kita tingkatkan,” ujarnya, Selasa (13/01/2026).

Salah satu terobosan besar yang tengah digarap tahun ini adalah pemanfaatan teknologi untuk menjawab keterbatasan jumlah personel di lapangan. TNGR berencana menambah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian.

“Tahun ini kita rencanakan penambahan sekitar delapan titik CCTV baru, melengkapi tujuh titik yang sudah terpasang sebelumnya. Targetnya, seluruh enam jalur pendakian resmi Rinjani dilengkapi CCTV secara bertahap,” jelasnya.

Seluruh kamera tersebut akan terintegrasi dengan command center di Kantor Balai TNGR yang berfungsi sebagai pusat monitoring. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau aktivitas pendakian secara real-time, sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi kecelakaan maupun pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Dengan CCTV, kita lebih cepat mendeteksi kejadian seperti kecelakaan atau pelanggaran, termasuk perilaku membuang sampah sembarangan. Bahkan porter dan guide juga terpantau, karena SOP berlaku bagi siapa pun di kawasan,” kata Budhy.

Selain penguatan teknologi, TNGR juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia. Kapasitas mitra di sekitar kawasan, mulai dari masyarakat lokal, pemandu wisata, hingga porter, terus ditingkatkan agar selaras dengan visi pelayanan yang profesional dan adaptif. Di sisi lain, pembenahan infrastruktur jalur pendakian tetap menjadi prioritas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pendaki.

“Dengan kombinasi teknologi mutakhir dan manajemen yang ketat, Gunung Rinjani siap membuktikan bahwa kelestarian alam dan pariwisata dapat berjalan beriringan dalam standar global,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI