Camat Narmada ungkap alasan Pemda Lombok Barat tutup kafe dan karaoke di Suranadi

kicknews.today – Kasus penangkapan pengedar narkoba di kawasan Kafe Tuak dan karaoke ilegal di Suranadi ditanggapi Camat Narmada, M Busyairi. Menurutnya, tindakan Pemda Lombok Barat menurup kafe tuak dan karaoke di akhir Desember lalu karena ingin memberantas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Udah lama disinyalir kafe ilegal ini sebagai tempat peredaran narkoba, bukan narkoba saja, banyak dampak negatif yang ditimbulkan,” ujar Busyairi, Minggu (26/2).

Menurutnya, keberadaan kafe selama ini hanya menimbulkan dampak negatif. Kasus kriminal kerap terjadi karena adanya tempat hiburan itu. Mulai dari perkelahian, penganiayaan, penusukan, penembakan hingga kecelakan sampai meninggal. Bahkan satu tahun lalu ada pekerja yang meninggal di salah satu kafe diduga over dosis, disusul pacarnya meninggal sekitar 2 minggu setelahnya.

“Yang terparah adalah kasus HIV/AIDS di daerah itu banyak, ini alasan pemerintah menutup tempat usaha ilegal ini. Pasca penutupan, terjadi 2 kali kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia. 1 orang dengan membawa 30 botol besar tuak dan 3 hari berikutnya pekerja wanita kafe meninggal menabrak tiang listrik di jalur pembersihan Suranadi,” ungkapnya.

Namun sayangnya para pengusahaa itu masih tetap membandel dan seakan melawan. Hingga akhirnya kini Pemda Lombok Barat melayangkan laporan ke Polresta Mataram atas dugaan premanisme dan perusakan segel penutupan.

“Tinggal menunggu tindakan tegas Polresta saja untuk menangani pidana terkait kafé dan karaoke ilegal ini. Karena Pemkab Lombok Barat melalui Pol PP sudah melaporkan melalui surat secara resmi ke Polresta 9 Februari 2023,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda di Desa Suranadi Ahmad Sanusi mengaku risih dengan kelakuan mereka yang akan merusak nasib generasi penerus di kawasan tersebut.

“Ini udah kelewatan, hal ini tak bisa dibiarkan, semoga Desa Suranadi terus terpantau oleh para pihak yang peduli dengan nasib serta kondisi anak bangsa. Mari sama-sama dukung pemerintah dalam pemulihan wilayah Desa Suranadi,” harapnya.

Sebelumnya, empat karyawan salah satu kafe tuak di Suranadi, Lombok Barat nyambi jual sabu. Keempatnya yakni WH alias Bob perempuan 24 tahun asal Desa Peresak, Narmada, Lombok Barat. Kemudian MYR laki-laki 28 tahun, RM perempuan 31 tahun asal Narmada, Lombok Barat, dan terakhir NN perempuan 24 tahun asal Terara, Lombok Timur. (ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI