Bupati Najmul: Kurma ikon baru Lombok Utara

Bupati Lombok Utara didampingi Wakil Bupati, Sekda, Dandim 1606/Mataram dan OPD terkait saat menandatangani Deklarasi Peradaban Kurma Dunia di Alun Alun Tioq Tata Tunaq. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara resmi mendeklarasikan “Peradaban Kurma Dunia” sebagai bagian dari visi pengembangan komoditas pertanian baru di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar menegaskan bahwa kurma bukanlah tanaman eksklusif milik negara tertentu, melainkan komoditas global yang juga berpotensi besar dikembangkan di wilayah tropis seperti Lombok Utara.

“Kurma itu bukan Arab. Kurma juga tumbuh di Thailand, kurma juga tumbuh di Australia. Jadi salah kalau kita mengidentikkan kurma itu dengan Arab,” tegas Najmul, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, pengembangan kurma akan melengkapi potensi pertanian unggulan Lombok Utara yang selama ini dikenal dengan komoditas kopi, cengkeh, cokelat, dan vanili. Ia menyebut kurma sebagai “kekayaan baru” yang akan memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis pertanian.

“Alhamdulillah, kurma ini akan membersamai potensi besar kita di Lombok Utara. Ini menjadi kekayaan baru bagi daerah,” ujarnya.

Najmul menegaskan, deklarasi tersebut tidak berhenti pada seremoni semata. Pemerintah daerah, kata dia, tengah menyiapkan langkah kebijakan konkret untuk mendukung pengembangan kurma, termasuk kemungkinan penganggaran khusus agar komoditas ini benar-benar menjadi ikon daerah.

“Tidak fair kalau hanya deklarasi tetapi kita tinggalkan. Insya Allah, ini akan kita ikuti dengan kebijakan nyata,” katanya.

Dia juga membuka peluang pembangunan industri pengolahan kurma di masa mendatang. Namun, menurutnya, tahap awal yang menjadi prioritas adalah memperluas penanaman.

“Kita tanam dulu, nanti pabriknya belakangan. Tapi sangat memungkinkan ke depan ada pabrik kurma,” imbuhnya.

Pengembangan kurma di Lombok Utara, lanjut Najmul, mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, kondisi iklim tropis dan lahan kering di wilayah tersebut dinilai justru menjadi peluang, bukan hambatan.

“Kalau kita mengatakan lahan kering itu hambatan, tidak. Ini akan kita manfaatkan sebagai potensi dan peluang. Iklim tropis kita sangat mendukung,” jelasnya.

Dalam tahap awal, Pemda KLU berencana mendorong penanaman pohon kurma di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah. Ke depan, program ini juga akan menyasar para petani dengan pendampingan dan fasilitasi teknologi serta pemasaran.

“Insya Allah, nanti di semua kantor dan sekolah akan kita tanam pohon kurma. Petani juga akan kita bina dan fasilitasi, baik teknologinya maupun pemasarannya,” ujarnya.

Terkait target jumlah pohon pada 2026, Najmul mengaku belum menetapkan angka pasti. Menurutnya, saat ini pemerintah masih fokus pada penyamaan visi dan gagasan besar.

“Kita belum bicara soal jumlah pohon. Sekarang kita bicara ide besarnya dulu. Saya dan Pak Wakil Bupati mendeklarasikan kurma ini menjadi salah satu ikon Lombok Utara ke depan,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI