kicknews.today – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M Sukiman Azmy inginkan persoalan pencemaran lingkungan dapat ditangani dengan serius. Seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diharapkan untuk tidak melihat kondisi tersebut sebagai sebuah persoalan sederhana.
Menurut bupati, pencemaran lingkungan ini akan menimbulkan persoalan lain yang saling terkait. Seperti dampak penambangan pasir misalnya, tidak hanya terhadap produktivitas lahan pertanian, melainkan juga berdampak pada infrastruktur. Karena itu, tidak dapat dianggap sebagai kasus ringan.

“Seperti sedimen atau endapan yang terbawa pada aliran sungai akan menyebabkan petani kesulitan mengolah sawah, yang akan mengancam pendapatan petani. Saya ingatkan bahwa pertanian masih menjadi sektor penopang perekonomian masyarakat Lotim,” ungkap Sukiman saat rapat membahas pencemaran air persawahan yang berlangsung Jumat (12/8).
Terancamnya pendapatan petani dan terganggunya produksi pertanian juga akan mengancam pendapatan desa yang selanjutnya berdampak terhadap bertambahnya beban pembangunan. Belum lagi dampaknya terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Sehingga sejumlah langkah diajukan untuk penyelesaian yang mendatangkan kebaikan bagi petani maupun penambang. Bagaimanapun pertambangan juga merupakan usaha masyarakat untuk mengupayakan kesejahteraan mereka.
Senada dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Muhammad Juaini Taofik yang membuka rapat tersebut menekankan perlunya solusi yang menguntungkan dua belah pihak. Agar keduanya dapat berjalan berdampingan.
Rapat ini menghasilkan tim harmonisasi pertambangan dan pertanian yang bertugas melakukan pencegahan sampai menyiapkan dokumen untuk melakukan pengaduan terhadap pencemaran yang terjadi.
“Karna tugas Pemda adalah untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Rapat ini berlangsung lancar dan sukses. Dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Perindustrian, Dinas PUPR, Satpol PP, juga para Camat. (cit)


