kicknews.today- Asal usul bangkai kapal kuno di Desa Pohgading Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur hingga kini belum diketahui. Meski sebagian besar masyarakat menduga bongkahan kapal tersebut dari peninggalan zaman Belanda.
Pemerintah Desa dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pohgading terus berupaya mencari tahu asal usul bongkahan tersebut. Kamis (28/7), mereka berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan serpihan kayu kapal tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk memastikan asal usul serpihan kayu kapal tersebut,” ujar warga Pohgading yang juga Pemerhati Sejarah, Asri ketika dikonfirmasi via telepon, Kamis (28/7).
Sebelum Asri menyebutkan, sejumlah warga menemukan beberapa barang antik di kapal kuno tersebut. Meski tindakan usil warga tersebut sangat disesalkan.
Sejumlah barang antik tersebut beragam seperti paku, konde hingga piring yang terbuat dari kuningan dan beberapa bagian kapal. Mirisnya, barang tersebut diambil dengan dalih untuk berobat.
“Sebelum viral udah ada yang ambil karena dianggap bisa menyembuhkan penyakit,” sebutnya.
Dengan adanya temuan bongkahan kapal tersebut, diharapkan secepatnya diteliti. Bangkai kapal tersebut bisa dijadikan situs sejarah dan cagar budaya daerah setempat. Tapi, pihak berwenang seperti arkeolog harus lebih awal untuk mengidentifikasi dan meneliti temuan ini.
“Kalau kami yang mau teliti nggak punya alat dan tidak punya kewenangan. Makanya kami berkoordinasi dengan Pemda,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur kini sudah bersurat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
“Untuk mengecek kebenaran tersebut kami bersurat ke BPCB. Nanti pihak BPCB atau arkeolog yang akan meneliti dan kaji terkait bongkahan kapal tersebut. Apakah itu sejenis kayu biasa atau bukan,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Lombok Timur, Haji Lalu Wiramade. (cit)


