kicknews.today – BMKG menyebutkan kondisi cuaca di Indonesia termasuk NTB saat ini diindikasikan terdapat signifikansi dinamika atmosfer, sehingga dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai hujan disertai petir dan gelombang tinggi.
Kepala BMKG Zainuddin Abdul Madjid, Cucu Kusmayancu, S.Kom menjelaskan, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini , menunjukkan adanya Siklon Tropis Sonca di sekitar Laut China Selatan sebelah timur Vietnam. Tepatnya di sekitar 14.2°LU 111.4°BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 35 knots (64 km/h) dan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 998 mb.

“Siklon Tropis Sonca ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 6 knots (10 km/h) memasuki daratan Vietnam. Keberadaan sistem TC Sonca ini membentuk pola belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia,” katanya, Sabtu (15/10).
Untuk wilayah NTB menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator, sehingga dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah NTB dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 15 – 21 Oktober 2022 di wilayah. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
“Sementara potensi gelombang tinggi 2,5 – 4 meter di wilayah perairan NTB pada tanggal 15 – 21 Oktober 2022 yaitu, Selat Bali-Lombok, Alas bagian selatan, Perairan selatan Bali hingga Pulau Sumba, Samudra Hindia selatan NTB,” pungkasnya. (jr)


