in

7.109 CPNS Terjungkal, ini Rencana Pemkab Lombok Barat Selanjutnya…

Kabid Pengadaan, Penempatan dan Fasilitas Purna Tugas pada Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lombok Barat, Agus Rahmat Hidayat

kicknews.today – Sebanyak 7.196 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan pada Kamis (1/11) hingga Minggu (4/11). Dari keseluruhan peserta SKD hanya 87 orang CPNS yang berhasil lulus standar passing grade (nilai kelulusan).

Kabid Pengadaan, Penempatan dan Fasilitas Purna Tugas pada Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lombok Barat, Agus Rahmat Hidayat kepada kicknews.today mengungkapkan, peserta SKD sebanyak 7.196 dari total 7.355 yang lulus seleksi administrasi. Dimana 159 peserta tidak hadir pada saat SKD tersebut.

“Kemudian yang lolos passing grade untuk tes SKD ini, dari semua peserta yang ikut baik formasi umum dan formasi khusus (eks K2 dan disabilitas, red) sebanyak 87 orang, sisanya 7000 lebih tidak lolos,” ungkapnya, Selasa (6/11).

Dikatakan, SKD ini dilaksanakan dalam 16 sesi dengan masing-masing sesi diikuti 460 peserta, kecuali sesi terakhir tersisa 455 peserta.

Dijelaskan, passing grade yang ditentukan dalam SKD dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) terbagi dalam tiga bagian, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) berjumlah 35 butir soal dengan passing grade 75 poin, 30 butir soal Tes Inteligensi Umum (TIU) dengan passing grade 80 poin, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) sebanyak 35 item soal dengan passing grade 143 poin.

Artinya, lanjut Agus, total nilai passing grade yang diperlukan minimal 298 poin, dengan catatan ketiga bagian tes itu memenuhi standar minimal passing grade.

“Sebab jika salah satu tak terpenuhi maka peserta tidak bisa lolos, sekalipun peserta memperoleh total nilai 300 poin atau melebihi total nilai yang diperlukan,” jelasnya.

Berbeda dengan formasi khusus eks K2, dimana peserta dapat lulus hanya dengan minimal 60 poin pada bagian TIU tanpa terpengaruh TWK dan TKP. Sama halnya dengan disabilitas yang hanya membutuhkan minimal 70 pain pada TIU.

“Sedangkan item yang lain tidak mempengaruhi,” ucapnya.

Terkait dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) nya, harus diikuti tiga kali lipat jumlah formasi.

Dalam hal ini Pemkab melalui BPDPSDM Lombok Barat berencana mengusulkan dan meminta kebijakan Pemerintah Pusat, agar peserta yang tidak lulus SKD dilakukan perangkingan berdasarkan perolehan nilai SKD, kemudian diikutkan dalam SKB.

“Karena persyaratan untuk seleksi tahap berikutnya SKB sekurangnya diikuti oleh tiga kali jumlah formasi. Artinya sekitar 600 orang lebih. Teknis Usulan kita nanti supaya dirangking perolehan total nilai peserta yang tak lolos pasing grade, sampai memenuhi kuota persyaratan seleksi berikutnya,” jelasnya.

Dicontohkan, berdasarkan kuota dibutuhkan lima formasi dokter untuk Lombok Barat, sedangkan yang lulus SKD hanya tiga orang. Sesuai juklak dan juknis, persyaratan untuk tahap SKB sekurang-kurangnya diikuti 15 peserta. Artinya, terdapat kekurangan sekitar 12 peserta.

“Hal ini tidak melanggar, sebab seusai dengan juklak-juknis yang ada,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk pengusulan akan dilakukan setelah pelaksanaan tahapan SKD yakni pada 16 November mendatang. Dimana sebelumnya akan dilakukan pertemuan dengan pemprov dan kabupaten/kota se-NTB.

Hal yang akan diusulkan itu dianggap penting mengingat pelaksanaan seleksi CPNS sendiri, membutuhkan anggaran dana yang cukup besar, baik di tingkat pusat maupun daerah. (ir)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote