in

Dongeng dan Bermain, Cara Kemendikbud RI Trauma Healing Ratusan Anak Lombok Utara

Suasana kegiatan trauma healing terhadap ratusan anak di Lombok Utara yang dilakukan Kemesdikbud RI

kicknews.todayTrauma healing terhadap ratusan anak-anak terdampak bencana gempabumi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus dilakukan. Bertempat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Utara, Rabu (24/10), giliran Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menggelar kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita itu, diikuti ratusan anak-anak dari berbagai sekolah dan tingkatan.

“Saya yakin trauma tidak akan bisa hilang secara cepat. Dia akan terus terngiang sampai anak-anak tumbuh dewasa,” ungkap Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan yang Maha Esa dan Tradisi pada Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Cristiani Ariani ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, upaya trauma healing ini perlu dilakukan secara kontineu, untuk menghapus rasa takut atau khawatir yang masih ada di dalam diri anak-anak.

“Banyak sekali trauma healing yang dilakukan dari kementerian dan relawan. Ini bagus, karena menghilangkan trauma itu juga masalah waktu,” katanya.

Ariani menuturkan saat dimana dirinya mengalami kejadian serupa di Yogyakarta. Kala bencana gempabumi menerjang saat itu, dirinya pun sempat trauma berat.

Ia mengaku kalau hal itu tidak dapat hilang seketika. Karena itu, dengan kegiatan seperti ini paling tidak anak-anak dapat merasakan kembali keceriaan dan kegembiraan.

“Saya juga tinggal di Jogja dan pernah merasakan musibah ini. Memang untuk waktu dekat tidak bisa hilang. Kita ajak supaya rekaman itu tidak terbawa sampai dewasa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Lombok Utara H. Suardi yang hadir mendampingi mengatakan, kegiatan trauma healing kali ini menerapkan teknik berdongeng dan bermain. Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, agar semangat mereka bisa tumbuh seperti saat sebelum bencana.

“Tema acara yaitu Revitalisasi Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional melalui Dongeng dan Permainan Tradisional Anak. Ini bertujuan untuk pemulihan psikis,” jelasnya.

“Memang sekarang gempa sudah mulai tidak ada, kalaupun ada, satu atau dua kali. Kemarin, anggap saja sapaan dari yang Maha Kuasa,” pungkas Suardi.

Tampak hadir saat kegiatan, Kepala Dikpora Lombok Utara Dr. Fauzan dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. (iko)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote