in

Berkas OTT Korupsi Dana Gempa Oknum Dewan Kota Mataram Diserahkan ke JPU

H Muhir saat dibawa oleh tim penyidik Kejari Kota Mataram

kicknews.today – Berkas penanganan kasus salah seorang anggota DPRD Kota Mataram, H Muhir yang terjaring OTT dalam dugaan korupsi rehabilitasi dana pembangunan gedung sekolah pasca gempa senilai Rp 4,2 Miliar, kini telah memasuki babak kedua yaitu, penyerahan tanggungjawab tersangka (TSK) beserta berkas pekara dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mataram.

Untuk diketahui, pada proses awal, penyidik terus meminta keterangan sejumlah saksi baik dari pihak Dikbud kota Mataram, Sekwan Kota Mataram dan juga beberapa anggota komisi IV DPRD Kota Mataram, termasuk TSK sendiri atas apa yang pernah diperbuatnya.

Kejari juga telah melakukan kloning forensik Hand Phone milik tersangka dengan meminta bantuan kepada pihak IT Kejagsaan Agung untuk mengecek isi percakapan guna mencari tahu dengan siapa saja TSK itu melakukan komunikasi terkait dugaan korupsi yang berhasil di OTT Kejari disebuah warung makan dengan barang bukti sebesar Rp 30 juta itu.

“Hari ini kami sudah masuk ke tahap kedua,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mataram, Ketut Sumedana di Mataram, Senin (8/10).

Ketut menjelaskan dalam tahap kedua ini konsentrasinya untuk menyusun surat dakwaan sebagai bagian dari persiapan pelimpahan berkas ke pengadilan. Penuntut umum kata dia mempersiapkan diri untuk menyusun surat dakwan termasuk harus bisa membuktikan perkara itu dihadapan majlis hakim dengan sejumlah berkas yang didalamnya lengkap, barang bukti dan juga keterangan dari sekian banyak saksi yang dipanggil Kejari.

“Penuntut umum persiapkan diri susun dakwaan,” jelasnya.

Pada tahap ini, lanjutnya maksimal dalam kurun waktu 14 hari mulai hari ini pihaknya  sudah melimpakan perkaranya ke pengadilan. Bahkan ia menargetkan agar bisa selesai lebih cepat dari aturan pada umumnya sehingga diyakininya akan semakin baik.

“Makin cepat makin baik. Kalau bisa minggu ini kenapa tidak,” bebernya.

Ketut sebelumnya juga telah manargtekan bawah penyelesaian kasus OTT itu harus bisa rampung bulan oktober ini.

Bahkan pada Oktober ini juga selain kasus OTT termasuk juga kasus Kadisdik kota Mataram, Sudenom yang masuk dalam kasus pungli yang juga ditangani oleh Kejari Kota Mataram. Sudenom telah ditetapkan sebagai tersangka terbukti telah melakukan pungutan liar kepada para guru yang sudah menjadi Kepala Sekolah di bawah naungan Dikbud Kota Mataram.

“Kita selesaikan satu satu dulu,” pungkasnya (prm)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote