in

Bupati Lombok Utara Was-was Gempa Susulan Saat Masa Rekonstruksi

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar

kicknews.today – Proses recovery Lombok Utara pasca dihantam gempa berkekuatan 7 SR belum ditentukan. Namun, pemerintah setempat segera mengambil keputusan usai masa tanggap darurat berakhir tanggal 25 Agustus 2018 nanti.

“25 Agustus nanti kita pertimbangkan mana yang lebih penting. Memperpanjang atau tidak, tentu banyak risikonya,” ungkap Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, Selasa (21/8).

Menurutnya, pergantian status dari tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) terus dibarengi pemantauan pergerakan aktivitas gempa di kabupaten yang ia pimpin. Pihaknya tak ingin saat masyarakat kembali beraktivitas normal, kemudian gempa susulan justru terjadi lagi. Hal ini dinilai jelas akan mempengaruhi psikologis warga.

“Jika sekarang kalau sudah bangun tapi nanti ada susulan masyarakat akan balik ke tenda lagi,” katanya.

Dijelaskannya, usai masa tanggap darurat bencana maka pemkab mengubah status dan menetapkan ke masa pemulihan. Masyarakat yang masih mengungsi di tenda, khususnya di daerah perbukitan diimbau untuk turun. Sambil berjalannya proses trauma healing, warga juga diharapkan dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Aktivitas trauma healing dan masyarakat sudah bisa bekerja. Sekarang ini saya lihat mulai ada yang buka bengkel dan berdagang. Pada masa pemulihan nanti banyak potensi, InsyAllah semua pekerjaan laku,” jelasnya.

Menyangkut pembangunan infrastruktur Najmul mengaku menyerahkan kepada pemerintah pusat. Presentase tingkat kerusakan sebesar 90 persen lebih nyaris mustahil dicover  APBD. Maka  pemerintah pusat telah menyetujui mengganti rumah warga dengan rincian rusak berat mendapat Rp 50 juta, rusak sedang mendapat sebesar Rp 25 juta, dan untuk kerusakan ringan akan diberikan dana senilai Rp 10 juta.

“Recovery mikro tetap kerjasama dengan semua pihak bagaimana memberikan lingkungan nyaman, pelayanan, pendidikan, sampai kesehatan. Termasuk makro seperti pariwisata, kami ingin agar wisatawan cepat datang (lagi) sebab pariwisata kita memiliki daya ungkit yang mendorong aspek lain,” bebernya.

“Pada intinya sekarang masih berproses dan kami tetap memantau kondisi gempa, lalu setelah itu baru bisa diputuskan,” imbuhnya.(iko)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote