in

Sempat Ricuh, Karyawan dan Manajemen D’Max Hotel Praya Islah

Penandatangan kesepakatan antara karyawan dan Manajemen D'Max Hotel

kicknews.today – Karyawan D’Max Hotel Praya di Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah akhirnya islah dengan pihak manajemen hotel. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan kesepakatan bersama antara manajemen dengan karyawan D’Max Hotel, di gedung PKK Lombok Tengah, Rabu (14/3).

Sebelumnya, sejumlah karyawan D’Max Hotel Praya melakukan aksi mogok kerja, karena ada permasalahan antara karyawan dengan Manajer HRD (Human Resources of Development) D’Max Hotel beberapa waktu lalu.

Penandatangan kesepakatan itu dihadiri Plt. Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri, Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah, Manajer D’Max Hotel Oscar, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah H. Masrun, dan karyawan hotel.

Manajer D’Max Hotel Praya Lombok Tengah, Oscar mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi antara karyawan dengan manajemen hotel itu hanyalah misskomunikasi. Sehingga persoalan yang terjadi itu telah diselesaikan dengan baik.

Menurutnya, apa yang terjadi itu akan dijadikan bahan evaluasi, dan apa yang menjadi tuntutan mereka itu sudah dipenuhi.

“Dengan adanya MoU ini, maka persoalan yang terjadi sudah diselesaikan dengan baik. Jadi tidak ada yang diberhentikan, baik itu karyawan atau HRD,” tegas Oscar.

Dijelaskan, kemajuan D’Max Hotel ini dikarenakan adanya kepedulian dari Pemerintah Lombok Tengah dan masyarakat. Termasuk penyelesaian persoalan saat ini adalah atas kepedulian pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, pihaknya tetap mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi, untuk kemajuan pembangunan di Lombok Tengah.

“Mari kita bekerja kembali. Tahun 2016 itu jumlah karyawan hotel sebanyak 63 orang, dan sekarang sudah mencapai 120 orang,” pungkasnya.

Sementara Plt. Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri mengatakan, dengan adanya kejadian itu, banyak investor yang batal datang ke Lombok Tengah.

Untuk itu, apabila ada hal yang tersumbat diharapkan dibicarakan dengan baik, agar tidak berdampak kepada hal yang tidak diinginkan.

“Kalau ada persoalan itu, mari duduk bersama dan selesaikan dengan baik,” ujar Pathul.

Ditegaskan, kalau ada persoalan yang terjadi antara karyawan dengan manajemen hotel, supaya disampaikan kepada dinas terkait.

Lebih jauh Fathul mengatakan, Ke depan jangan ada tindakan seperti itu, karena pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan investor demi mendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah.

“Bisa dibayangkan, kalau hotel ini tutup, berapa ratus orang yang akan jadi pengangguran,” cetusnya, seraya menambahkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, saat ini menjadi prioritas Pemerintah Pusat.

“Sejumlah hotel berbintang sudah mulai dibangun di kawasan tersebut,” pungkasnya. (ade)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote