in

Dua DPO Polda Metro Jaya Liburan di Lombok Diciduk Polres Lombok Tengah

Ilustrasi DPO

kicknews.today – Anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah bersama anggota Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Metro Jaya, Minggu (12/3).

Kedua pelaku yakni inisial MK (28) seorang perempuan warga Bandung, dan Ferenc Hugyec (25) Warga Hungaria. Mereka ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan, pencurian data elektronik, penggelapan, pemalsuan dan Money Laundry (pencucian uang) dengan TKP di Jakarta dimana korbannya ialah PT Bank Mandiri Tbk.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girang yang dikonfimasi membenarkan penangkapan terhadap dua pelaku yang menjadi DPO Polda Metro jaya tersebut.

“Kedua pelaku sudah diamankan dan dibawa ke Jakarta oleh anggota Polda Metro Jaya untuk proses lebih lanjut,” ujar AKP Rafles di kantornya, Senin (12/3).

Dijelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan informasi dari Polda Metro Jaya, bahwa ada Dua pelaku DPO yang datang berlibur di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Setelah melakukan investgasi penyelidikan secara intensif selama dua hari, dan polisi memastikan DPO tersebut merupakan target yang memang sudah lama dicari Polisi. Sehingga pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

“Kami menangkap para pelaku di tempat yang berbeda. Pelaku MK ditangkap di Bandara Internasional Lombok Airport. Sedangkan pelaku Ferenc Hugyec ditangkap di salah satu hotel di Lingkar Bandara,” jelasnya.

Dari keterangan para pelaku, mereka datang ke NTB khusunya Lombok pada tanggal 9 Maret lalu. Sebelumnya mereka tinggal di Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk berlibur. Namun, aparat yang mengetahui keberadaan pelaku langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan.

“Informasinya masih ada pelaku lain di Lombok. Sehingga kami sedang melakukan pencarian juga. Kami upayakan untuk segera menangkapnya,” terangnya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 263 KUHP dan Pasal 363 KUHP dan Pasal 46 J0 Pasal 30 dan Pasal 47 Jo Pasal 31 Ayat (1) dan (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang lTE dan Pasal 3, 4 dan 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU. Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun.

Pasal 363 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Pasal 46 Jo Pasal 30 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp700 juta. Pasal 47 J0 Pasal 31 Ayat (1) dan (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp800 juta.

Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 20 dua puluh tahun) tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Pasal 4 UU Rl No. 8 lahun 2010 lentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan Pasal 5 UU Rl No. 8 tahun 2010 tentang TPPU, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Korban para pelaku bukan hanya Bank Mandiri saja. Namun, banyak bank lainya juga yang menjadi sasaran mereka. Total kerugian atas perbuatan pelaku mencapai Rp 70 miliar,” pungkasnya. (ade)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote