in ,

Di Lokasi Ini TGH Ahyar Abduh Biasa ‘Berkhalwat’ Merenungi Diri

Menara pemantau gelombang, tempat TGH Ahyar Abduh berhkhalwat

kicknews.today – Menyendiri di tempat yang sunyi untuk bertafakur, merenungi diri dan bermesraan bersama Sang Maha Pencipta alam semesta atau yang biasa disebut dengan berkhalwat dilakukan oleh para Nabi dan ulama terdahulu. Hal ini juga kerap dilakukan TGH Ahyar Abduh Wali Kota Mataram dua periode yang kini ikut dalam kontestasi Pilkada NTB sebagai Calon Gubernur NTB berdampingan dengan calon Wakil Gubernurnya H Mori Hanafi SE M.Comm.

Di tempat yang relatif tinggi pada menara pemantau gelombang di kawasan pantai Penghulu Agung, Kelurahan Ampenan Selatan, Kota Mataram ini, ulama dan umaro’ kebanggaan warga di Ibu Kota Provinsi NTB itu sering kali melakukan penyendirian dan perenungan (khalwat).

Bapak Udin, penjaga bangunan pemantau gelombang itu menjelaskan kalau TGH Ahyar Abduh sering kali datang baik itu sendirian maupun dalam rombongan kecil menunju pantai tempat biasanya nelayan di sekitar Ampenan menambatkan perahunya.

“Beliau biasanya seminggu sekali datang ke sini. Malam atau sore hari. Naik ke atas menara untuk berkhalwat,” kata pria yang sudah tidak muda lagi itu didampingi istrinya saat ditemui kicknews.today, Jum’at senja (2/3).

Dikatakan dia, saat ini TGH Ahyar Abduh beberapa pekan setelah dirinya mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB, agak jarang mengunjungi tempat dimana dia dan istrinya saat ini tinggal sekaligus menjaga bangunan pemantau gelombang itu.

“Beliau mungkin sibuk karena Pilkada ini,” ungkapnya.

Namun begitu, dirinya berharap TGH Ahyar Abduh segera kembali ada ditengah – tengah masyarakat sekitar pesisir pantai Penghulu Agung seperti yang biasa dilakukannya.

“Dia (TGH Ahyar Abduh-red) adalah milik semua orang. Tapi kami di sini selalu mengharap kehadirannya. Mungkin kalau tidak sibuk dia bisa sempatkan diri ke sini. Saya akan siapkan ikan kakap dan krapu segar kesukaannya,” harap dia.

Pak Udin memang ialah salah satu orang yang ta’zim dengan sosok kebersahajaan alumni Madrasah Aliyah NW Pancor yang juga pernah menjadi Sekretaris Umum Pemuda NW NTB pada tahun 1989 itu.

Ditanya mengenai Pilkada NTB yang salah satu kandidat kuatnya ialah TGH Ahyar Abduh, Pak Udin tidak menjawab banyak.

“Saya hanya berharap NTB ke depan akan lebih baik. Kami sebagai masyarakat yang tau tentang beliau mendukung sepenuhnya apapun keputusan Pak Ahyar,” tutupnya. (red.)

Menara pemantau gelombang, tempat TGH Ahyar Abduh berhkhalwat

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote