in

Kota Mataram Canangkan Kampung KB

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mencanangkan “Kampung KB” di Lingkungan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Mataram.

Pencanangan “Kampung KB”, Rabu (23/3), merupakan salah satu program dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram sekaligus rangkaian program 100 hari yang tengah digalakkan pasangan Kepala Daerah Kota Mataram yang dilantik 17 Februari 2016.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dalam sambutan sebelum resmi mencanangkan Lingkungan Geguntur sebagai “Kampung KB” meminta agar pencanangan ini ditindak lanjuti oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk bersama-sama menggelar programnya sesuai bidangnya.

“Khususnya dalam hal sumber daya manusia (SDM) yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Mataram,” katanya.

Dikatakannya, melalui program KB dan program-program lain yang mengikutinya diyakini akan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan pencanangan “Kampung KB” di Lingkungan Geguntur diharapkan wali kota akan terjalin kerja sama secara sinergis sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rugi kalau hanya dicanangkan tetapi tidak ada tindak lanjutnya,” kata wali kota.

Lingkungan Geguntur termasuk dalam kategori kawasan miskin perkotaan dan termasuk wilayah padat penduduk, bahkan sampai pada Desember 2015 memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.750 jiwa.

Dari jumlah penduduk yang ada, jumlah kepala keluarga (KK) pra sejahtera dan sejahtera satu sebanyak 94,26 persen.

Sedangkan jumlah peserta KB aktif baru mencapai 67,93 persen dari jumlah pasangan usia subur (PUS), sedangkan angka partisipasi penduduk usia sekolah juga rendah, dimana penduduk tidak tamat SD sampai tamat SD dan SLTP sebesar 91,80 persen.

Karena itu, tambah Kepala BPPKB Kota Mataram Sutrisno dalam kesempatan itu mengatakan, dipilihnya Lingkungan Geguntur sebagai “Kampung KB” karena lingkungan itu telah memenuhi kriteria yang ditentukan.

Kriteria yang dimaksudkan antara lain, jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera satu yang di atas jumlah rata-rata, keikutsertaan KB yang masih berada dibawah rata-rata.

Ia mengatakan, peserta KB di Lingkungan Geguntur saat ini tercatat 67,5 persen dari jumlah kepala keluarga, namun pesertanya pun rata-rata masih menggunakan alat kontrasepsi senderhana.

“Alat kontrasepsi senderhana adalah pil dan suntikan. Dikhawatirkan jika peserta KB terlambat suntik atau minum pil dapat menyebabkan kehamilan,” sebutnya.

Oleh karena itu, katanya, dengan adanya pencaangan “kampung KB” ini, pihaknya dapat mengarahkan peserta KB untuk menggunakan alat kontrasepsi yang memiliki jangka waktu relatif lama.

Seperti, implant, IUD, medis operatif wanita (MOW) atau tubektomi dan medis operatif pria (MOP) atau disebut vasektomi.

“Tujuannya untuk mengatur jarak kelahiran yang lebih terencana, sekaligus mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan pencanangan “Kampung KB” itu dihadiri juga oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Ma�rifudin, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Suryani Ahyar Abduh, Ketua GOW Kota Mataram Kinnastri Roliskana, segenap jajaran SKPD Kota Mataram, dan para kader KB serta warga masyarakat setempat.

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote