in

Hitung Korupsi Alat kesehatan Mataram, Polda NTB Gandeng BPKP

Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto
Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto
Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto

kicknews.today Mataram – Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana akan menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara dalam proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di sebelas pusat kesehatan (puskesmas).

“Rencananya dalam waktu dekat kita akan gandeng BPKP, untuk mengetahui kerugian negaranya,” kata Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto di Mataram, Rabu (20/1).

Hal itu sesuai dengan perkembangan penyelidikan saat ini. Penyidik membutuhkan keterangan BPKP, setelah sebelumnya sejumlah alat bukti berhasil dikumpulkan.

“Sesuai dengan rekomendasi penyidik yang menangani perkara ini, dirasa sudah cukup, jadi keterangan BPKP dibutuhkan untuk mengetahui kerugian negaranya,” ujar mantan Kapolres Lombok Timur itu.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan bersurat sekaligus menyerahkan sejumlah alat bukti yang dinilai cukup menjadi data awal dalam menghitung kerugian negara.

Heri mengakui bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari pihak yang berkaitan dengan proyek pengadaan alkes ini, di antaranya distributor barang yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, maupun Yogyakarta.

Terkait hal apa saja yang telah rampung, ia menuturkan, antara lain dari spesifikasi, harga, kondisi barang, maupun surat perjanjian kerja (SPK) dengan pihak kontraktor yang berdomisili di Mataram.

Diketahui, proyek pengadaan alkes di sebelas puskesmas ini berasal dari dana APBN tahun 2014, yang nilainya mencapai Rp1 miliar lebih. Dalam laporan itu, puskesmas diduga belum saatnya membutuhkan alkes tersebut, namun sudah terlebih dulu disalurkan.

Alkes tersebut di antaranya peralatan laboratorium dan perlengkapan pemeriksaan gigi. Terkait hal itu, pihak penyidik sudah turun ke lapangan guna mengecek secara fisik seluruh alkes yang diduga bermasalah tersebut. (ant)


What do you think?

1000 points
Upvote Downvote