Bertaruh nyawa, tim berhasil evakuasi WNA meninggal terjatuh di puncak Rinjani

kicknews.today – Setelah melalui banyak kendala, proses evakuasi jasad warga negara asing (WNA) Portugis, Boaz Tan Anam, 37 tahun yang jatuh di puncak Gunung Rinjani, akhirnya berhasil. Tim SAR gabungan sukses mengevakuasi jasad korban dari lereng dengan kedalaman 150 meter, Senin (22/8).

Proses evakuasi pada Minggu (21/8) sempat gagal karena medan ekstrim dan cuaca yang tidak mendukung. Tim juga sempat turun kembali istrahat ke Plawangan untuk kembali melanjutkan evakuasi, Senin (22/8).

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH mengatakan, sekitar pukul 09.45 Wita Senin (22/8) tim tiba di puncak Gunung Rinjani. Selanjutnya melakukan assessment, menyiapkan peralatan dan penurunan rescuer ke posisi korban berada.

Beberapa jam kemudian jasad Boaz Tan Anam, seorang pria kelahiran Israel ini berhasil dievakuasi dengan menggunakan tali. Sekitar pukul 14.22 Wita korban berhasil dibawa ke puncak gunung, kemudian dilakukan packing ulang jenazah.

“Selanjutnya korban dibawa turun pada pukul 15.05 Wita menuju posko evakuasi di Sembalun,” jelas Nanang Sigit.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperti angin kencang dan kabut menyebabkan sempitnya waktu untuk evakuasi. Kondisi tanah yang labil dan tebing yang curam dengan kedalaman hingga ratusan meter, membuat proses evakuasi cukup sulit.

“Evakuasi memakan waktu yang cukup lama, korban baru berhasil diangkat pada hari keempat,” pungkasnya.

Sebelumnya WNA tersebut dilaporkan jatuh dari puncak Gunung Rinjani saat melakukan kegiatan swafoto, Jumat (19/8) sekitar pukul 05.30 Wita. Jatuh ke lereng bagian barat laut atau arah Danau Segara Anak.

Tim SAR gabungan melakukan pendakian beberapa saat setelah kejadian melalui jalur Sembalun menuju LKP untuk melakukan evakuasi. Adapun unsur-unsur yang terlibat dari Kantor SAR Mataram, BTNGR, Brimob, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, BPBD Lombok Timur, Pemadam Kebakaran, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, KUN, Klinik Gunung, Wanadri, Relawan Mapala, Inafis Lombok Timur dan Lombok Utara, Potensi Radio 115 Mataram, porter, warga setempat, dan potensi SAR lainnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI