in

TerhiburTerhibur TerkejutTerkejut SedihSedih MarahMarah TakutTakut

Pasien PDP Covid-19 Umur Lima Bulan Meninggal Dunia di RSUD Selong

Saat proses pemakaman PDP Covid 19 yang meninggal di Lombok Timur

kicknews.today – Salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan inisial ANK berjenis kelamin perempuan berumur lima bulan, warga Desa Toya Daye, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soejono Selong, Selasa (28/4) sekitar pukul 14.30 wita.

Saat ini pasien sudah dikuburkan di pemakaman umum setempat, dengan menggunakan standar pemakaman covid-19.

Direktur RSUD dr.R.Soejono Selong, dr.M.Tantowi Jauhari dan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, Dr.H.Fathurrahman saat dikonfirmasi membenarkan kalau ada pasien PDP covid-19 berumur lima bulan meninggal dunia di RSUD dr.R.Soejono Selong.

“Memang betul ada pasien PDP meninggal dunia di RSUD Selong,” ujar Tantowi Jauhari, Rabu (29/4)

Ia menjelaskan pasien yang meninggal tersebut tidak ada riwayat berpergian ke daerah yang terjangkit covid-19.Begitu juga tidak ada riwayat kontak dengan penderita covid-19. Tapi pasien tersebut masuk rumah sakit dengan penyakit pneumonia berat, dengan riwayat sejak tanggal 27 April 2020, termasuk sesak nafsi berat dan sudah melakukan pengambilan Swab menunggu hasilnya belum keluar. Sementara hasil Rapid test ibu pasien non reaktif.

“Kami menunggu hasil sweb korban keluar, sedangkan pasien sudah dikuburkan dengan menggunakan tata cara pemakaman korban covid-19,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan ‎Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, Dr.H.Fathurrahman mengatakan memang betul ada pasien PDP umur lima bulan meninggal,karena ada penyakit selain itu yakni pneumonia dan sesak nafas berat.

“Pasien meninggal dalam perawatan di rumah sakit,sedangkan pihaknya masih menunggu swab korban yang belum keluar,” pungkasnya. (Sul)

What do you think?

-1 points
Upvote Downvote

Written by adee

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Selama Pandemi Covid-19, Gunung Rinjani Belum Bisa Didaki

Resiko Besar, Bupati Lombok Timur Tidak Akan Berlakukan PSBB