in

Banjir Terjang Bima, Mayat Balita Tersangkut di Pepohonan

Najwa, Balita yang mayatnya ditemukan tersangkut di pepohonan (Foto: Ist)

kicknews.today – Mayat bayi bawah lima tahun (Balita) bernama Najwa korban banjir di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ditemukan warga tersangkut di dahan pepohonan pinggir Sungai Bontokape, Kecamatan Bolo, Jumat (26/1)sekitar pukul 17.25 Wita.

“Korban ditemukan pada jarak sekitar 3,15 kilometer dari lokasi kejadian pertama,” kata Humas Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda.

Lanang mengatakan Najwa (3), dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, pada Kamis (25/1)sekitar pukul 15.15 Wita.

Kantor SAR Mataram yang mendapatkan laporan dari masyarakat kemudian menginstruksikan Tim Rescue Pos SAR Bima untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Lebih lanjut, ia mengatakan operasi pencarian pada hari pertama kejadian melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC), dan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) BPBD Kabupaten Bima, Dinas Sosial Kabupaten Bima, anggota Kepolisian Sektor Bolo, dan masyarakat.

“Upaya pencarian yang dilakukan pada hari pertama, korban tidak berhasil ditemukan karena derasnya arus sungai,” jelasnya.

Upaya pencarian, kata dia, dilanjutkan pada Jumat, mulai pukul 07.00 Wita. Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan berenang menggunakan pelampung serta menggunakan perahu karet.

“Korban berhasil ditemukan sore hari dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya tersangkut di dahan pepohonan pinggir sungai,” katanya.

Najwa merupakan korban banjir ketiga yang terjadi selama Januari 2018 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima.

Kabupaten Bima dilanda banjir pada Senin (22/1) lalu. Beberapa desa di Kecamatan Monta, terendam banjir dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa.

Sebelumnya, banjir juga terjadi di Desa Keli Kecamatan Woha, pada Sabtu (20/1), menyebabkan seorang petani berusia 47 tahun meninggal dunia karena terseret arus banjir di sungai.

Banjir bandang cukup besar juga menerjang 13 desa di lima kecamatan pada Sabtu (13/1), pukul 17.30 Wita hingga Minggu (14/1) pagi, dan menggenangi rumah warga.

Selain kerugian materi dan kerusakan infrastruktur, bencana alam tersebut juga menyebabkan seorang petani berusia 50 tahun meninggal dunia karena hanyut terseret arus banjir ketika hendak menyeberangi sungai. (ant)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pasang Tower, Tiga Pekerja Asal Pulau Jawa Tewas di Lombok Tengah

Lombok Barat Bangun Dapur untuk Korban Banjir