Kejati NTB ajukan pembatalan pernikahan sejenis di Lombok Barat

2 min


69 shares
jumpa pers Kajati NTB dan jajaran terkait pernikahan sejenis. foto : vik

kicknews.today – Heboh kasus nikah sejenus antara antara Mita alias Mit atau Supriadi (25) dengan Muh alias Muhlisin (31), Kejaksaan Tinggi NTB pun turun tangan. Kejati NTB melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) mengajukan pembatalan pernikahan sejenis tersebut, karena tidak sah menurut aturan formal di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Kepala Kejati NTB Nanang Sigit Yulianto, SH.,MH dalam keterangan persnya Selasa (16/6).  Kajati mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan  pembatalan pernikahan sejenis yang  dilangsungkan, Senin (2/6) lalu itu.

“Pernikahan sejenis ini memang bertentangan dengan Undang undang nomor 1 tahun 1974 tentang pernikahan. Adapun yang boleh membatalkan pernikahan adalah kedua mempelai, pihak keluarga, pengadilan agama, dan Kejaksaan,” kata Nanang, Selasa (16/6).

Dalam  kasus pernikahan sejenis antara Mit asal Pejarakan Kecamatan Ampenan dan Muh asal Gelogor Kecamatan Kediri, merupakan kejadian yang kedua kalinya di NTB.  Bedanya,  pernikahan Mit dan Muh  berbuntut  panjang lantaran mempelai laki-laki merasa ditipu oleh mempelai wanita yang ternyata pria. “Secara perseorangan memang Muh telah melaporkan Mit ke kepolisian atas dugaan pemalsuan identitas. Namun secara hukum perkawinan, pernikahan sejenis melanggar aturan,” ujar Nanang.

Setelah melakukan pengecekan, pihaknya  menemukan bahwa  Mit alias Supriadi memang berjenis kelamin laki-laki. Mit mengganti identitasnya menjadi perempuan sesuai NA yang dikeluarkan pihak KUA. “Setelah kita cek kebenarannya. KK, KTP, dan Ijazah Mita telah dirubah menjadi jenis kelamin perempuan. Padahal dia berjenis kelamin laki-laki,” ungkapnya.

Setelah menemukan alat bukti tersebut, lanjut Nanang, Kejaksaan berhak melakukan permohonan  pembatalan pernikahan kedua mempelai. “Kejaksaan bisa memohon pembatalan sesuai dengan Pasal 26 UU nomor 1 tahun 1974,” jelas Nanang.

Sesuai dengan instrumen tersebut, dalam hal ini Jaksa Pengacara Negara berhak melakukan permohonan pembatalan, sehingga berdasakan itu  Kejati NTB dan Kejari Mataram akan lakukan permohonan pembatalan.

“Kita siap ajukan pembatalan perkawinan Muh dan Mita yang dilakukan di Pengadilan Negeri Agama Giri Memang Lobar beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Pembatalan perkawinan serupa, jelas Nanang, pernah terjadi pada tahun 1992 silam. Kasus serupa memang dilakukan antara WNA dan WNI dengan pernikahan sejenis pula. “Ini yang kedua,” tambahnya. Dalam waktu dekat, bersama Kejati NTB dan Kejari Mataram, pihaknya akan mengajukan pembatalan pernikahan antara Muh dan Mit kepada termohon.

“Dalam hal ini, (termohon, red) pengadilan Agama Giri Menang, KUA Kecamatan Kediri dan pihak keluarga kedua mempelai antara Muh dan Mit,” pungkasnya.(Vik)


Like it? Share with your friends!

69 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend