Kronologi massa geruduk RSUD Mataram, ambil paksa jenazah Positif Covid-19

1 min


155 shares
saat massa geruduk RSUD Kota Mataram

kicknews.today –  Pasien meninggal  akibat  Covid-19  asal Desa Ranjok, Kecamatan Gunung Sari   berinisial M (55), dijemput paksa pihak keluarga dan ratusan warga, Senin (6/7) malam. Pihak keluarga pasien menolak pemakaman M dengan protokol Covid-19.

Juru bicara penanganan wabah virus corona kota Mataram I Nyoman Suandiasa menjelaskan kronologi kejadian. Awalnya massa memasuki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram  pada  pukul 20.30 Wita.

Kata Nyoman, pihak keluarga memaksa beberapa pihak untuk mengambil paksa jenazah M untuk dimakamkan tanpa protokol Covid-19.

Sebelumnya kata Nyoman, kondisi pasien sudah memburuk sejak masuk di IGD RSUD Kota Mataram. M kata Nyoman, sempat mengalami penurunan kesadaran dan desaturasi yang sudah dalam kondisi parah. “Sebelumnya pasien sudah swab pertama tanggal 4 Juli dan hasilnya positif. Pada Senin (6/7) pukul 16.50 Wita,  pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Nyoman, Selasa (7/7).

 

Video saat massa menggeruduk RSUD Kota Mataram:

Lanjut Nyoman, pada pukul 17.20 Wita, dilakukan negosiasi oleh tim  dan keluarga mengenai pemakaman. Namun, keluarga tetap bersikeras menolak pemakaman dengan protokol Covid-19.

Juga jelas Nyoman, pihak keluarga mencoba meminta Camat dan Kepolisian mendampingi penjemputan pasien, namun tidak membuahkan hasil. Namun, hingga pukul 19.30 Wita, pihak keluarga mendatangkan massa  memaksa masuk ke RSUD Kota Mataram.

“Pada pukul 20.30 Wita penandatanganan surat penolakan selesai. Setelah menunggu datangnya kendaraan dari keluarga. Taxi datang menjemput jenazah,” katanya.

Baca juga:

Warga rame-rame ambil paksa jenazah COVID-19 di RSUD Kota Mataram

Kepala Desa di Lombok Barat ditahan soal kasus bantuan COVID-19

Camat Gunung Sari, M Muddasir mengungkapkan, pihak keluarga M memaksanya menandatangi surat penolakan pemakaman pasien dengan protokol Covid-19.

“Iya, pihak keluarga memaksa saya dan Kades untuk menolak pemakaman pasien. Saya dibawa ke RSUD Kota Mataram untuk melakukan negosiasi dengan pihak RSUD Kota,” katanya. Sampai akhirnya semua orang tidak bisa berbuat banyak membendung upaya warga menjemput paksa jenazah. (vik)

 


Like it? Share with your friends!

155 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend