TKP Mahasiswi gantung diri di rumah Perwira Polisi, ini respon Polda NTB

2 min


209 shares
TKP rumah tempat korban ditemukan. foto : ist

kicknews.today – Rumah siapa tempat Linda ditemukan gantung diri? Pertanyataan ini akhirnya terjawab. Tim Kuasa Hukum keluarga korban mengungkap, rumah itu yang juga TKP itu adalah milik perwira Polisi.

TKP Jalan Arofah, Perumahan Royal Lingkungan Jempong Baru, Kota Mataram merupakan kediaman Iptu HA.  Rumah yang jadi tempat tinggal R, teman dekat korban.

“Rumah itu  milik perwira Polisi, tempat tinggalnya R. R ini pacar almarhumah,” kata  Yan Mangandar, Tim Kuasa Hukum korban.

Sebelumnya dungkap kejanggalan terkait kematian korban. Menurut Yan, ada lebam di beberapa bagian tubuh korban.

Namun pihaknya tidak ingin buru buru menyimpulkan, lebih mendorong polisi untuk menyelidiki kasus tersebut dikawal Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram).

Sebagai langkah awal, pihak keluarga sudah meminta jenazah korban segera dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga sudah sepakat agar jenazah Linda segera di-autopsi. Kita dari BKBH siap mendampingi kasus kematian Linda,” kata Yan kepada kicknews.today.

Sejauh ini, kata Yan, publik menilai, kematian gadis yang aktif di Wapala Fakultas Hukum Unram ini disebabkan karena bunuh diri.

Namun, jika dilihat dari rangkaian kejadiannya, ada yang janggal dalam kematian Linda. Bisa jadi  bukan karena bunuh diri.

Diungkapnya, Linda sejauh ini tidak punya masalah besar yang berpotensi membuatnya depresi sehingga memutuskan bunuh diri.

“Coba bayangkan, gadis yang aktif sebagai dancer, anggota Wapala dan telah lulus seleksi S2 ini, saya fikir sangat jauh dari masalah psikis,” katanya.

Untuk itu, kasus kematian Linda menurutnya  jangan sampai menjadi blunder di publik. BKBH Unram pun sangat berharap, agar pihak Polda mengambil alih kasus ini.

“Karena kasus ini masih ditangani oileh Polsek Ampenan. Jika ditangani Polda, kami berharap pihak Unram bisa dilibaatkan dalam mendalami proses penyelidikan kasus ini,” katanya.

“Karena di Unram kami punya dokter forensic untuk mellihat sejauh mana kebenaran kasus ini. Kami berharap bisa dilibatkan, biar kasus ini bisa terang,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto yang dikonfirmasi memastikan pihaknya serius  dan memberi atensi pada kasus itu. Hanya saja secara rinci tak bisa diresponnya karena masih mendalami kasus itu. Namun jika ada permintaan Autopsi, akan ditindaklanjuti.

“Normatifnya, setiap yang meninggal tidak wajar, harus dilakukan Autopsi,” kata Kabid Humas. (vik/red)


Like it? Share with your friends!

209 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
1
Senang
Terhibur Terhibur
1
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Sedih Sedih
7
Sedih
Takut Takut
1
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals