Kasus gantung diri Mahasiswi Megister janggal, Keluarganya di Mataram minta Autopsi

2 min


228 shares
TKP rumah tempat korban ditemukan. foto : ist

kicknews.today  – Kasus gantung diri Linda Novita Sari (23) berbuntut panjang. Keluarga curiga korban tidak murni bunuh diri. Melalui tim kuasa hukumnya, pihak keluarga  meminta Polisi membongkar kuburan korban untuk dilakukan autopsi  jenazah.

“Bahwa dengan ini saya mencabut / membatalkan surat perihal penolakan otopsi tanggal 26 Juli 2020 yang saya tanda tangani sebelumnya,” kata orang tua korban dalam surat yang ditunjukkan tim Kuasa Hukum, Yan Mangandar Putra, SH.,MH.

“Melalui surat ini saya menyatakan  secara tegas dan sadar mohon agar kepada jenazah anak kandung saya Alm. Linda Novita Sari dilakukan otopsi segera”, lanjut orang tua korban dalam surat tanggal 27 Juli 2020.

Yan Mangandar yang dikonfirmasi membenarkan permintaan autopsy tersebut. Pertimbangannya, pihak keluarga curiga Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan strata 2 di Fakultas Hukum itu tidak murni bunuh diri.

“Hari ini (kemarin), kita Tim Hukum keluarga korban antarkan surat permohonan otopsi ke Polsek, Polres hingga Polda,  Jam 9.30 Wita,” kata Yan Mangandar.  Setelah bertemu dengan Kanit Reskrim Polsek Ampenan, Yan bersama  anggota timnya ke Ditreskrimum Polda NTB untuk mengajukan surat yang sama.

Korban diyakini tidak akan bertindak senekad itu karena dikenal periang dan mandiri. Selain itu korban juga sudah terdaftar sebagai mahasiswi S2 di Fakultas Hukum salah satu kampus di Mataram. “Baru baru ini almarhumah sedang mengurus pendaftaran ulang,” kata Yan.

Diberitakan sebelumnya, Linda ditemukan gantung diri di rumah temannya Sabtu (25/7) pukul 16.30 wita di Perumahan Royal Mataram  Jalan Arofah nomor  2,  Kelurahan Jempong Baru.

Saksi yang pertama mengetahui Titi Nuraniah (22),  rekan mahasiswi Linda, asal Lingkungan Karang Bata Kelurahan Abian Tubuh  Mataram.

Berawal ketika  saksi mencari alumni salah satu perguruan tinggi yang akan melanjutkan ke program megister itu ke rumahnya di Gomong Mataram.

“Karena beberpa hari tidak pernah bertemu, kemudian saksi pergi mencarinya ke tempat biasanya saksi kumpul di rumah temannya di jalan BTN Royal itu,” kata Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Setelah sampai di TKP, saksi melihat sepeda motor milik korban terparkir di depan perumahan tersebut. Kemudian  saksi berinisiatif  mengecek keberadaan Linda di dalam rumah tersebut. Begitu  masuk, Titi kaget melihat korban dalam keadaan tergantung di ventelasi menggundakan tali warna orange.

Diperkirakan sudah dalam keadaan tak bernyawa, lidahnya sudah menjulur. (red)


Like it? Share with your friends!

228 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
1
Terkejut
Sedih Sedih
6
Sedih
Takut Takut
1
Takut

Komentar

Komentar

Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Continue in browser
Continue in browser
To install tap
and choose
Add to Home Screen
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals