in

TerhiburTerhibur TerkejutTerkejut MarahMarah TakutTakut

Tokoh LSM Lombok Timur Ngamuk di Kantor FIF‎

Saat tokoh LSM ngamuk di Kantor FIF Lombok Timur

kicknews.today – Salah satu tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lombok Timur, Eko Rahardi bersama dengan aktivis lainnya mengamuk di kantor FIF Selong di jalan Prof.M.Yamin Pancor, Rabu (15|4). Hal ini merupakan buntut dari dugaan pengancaman yang dilakukan oknum petugas FIF saat melakukan penagihan tunggakan terhadap istri dari tokoh LSM Lombok Timur yang juga berprofesi sebagai advokad.

Tokoh LSM tersebut datang ke kantor FIF dengan didampingi para aktivis. Mereka datang untuk mencari oknum petugas FIF yang melakukan penagihan tunggakan terhadap istrinya, termasuk dugaan pengancaman terhadap istrinya.

“Saya datang ke kantor FIF Ini untuk meminta pertanggungjawaban pihak FIF atas dugaan pengancaman terhadap istri saya hanya gara-gara telat membayar tunggakan satu jam,” teriak Eko Rahardi di kantor FIF

Aksi yang dilakukan tokoh LSM tersebut mendapatkan perhatian dari masyarakat Lombok Timur yang kebetulan ada di kantor FIF Selong saat kejadian itu.

Apalagi antara tokoh LSM dengan salah seorang petugas FIF sempat saling tantang, sehingga membuat keduanya emosi dan nyaris terjadi adu pukul, tetapi untung ada pihak petugas kepolisian dengan satpam FIF berusaha untuk melerai kedua belah pihak.

Eko Rahardi sambil berteriak lantang meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menutup kantor FIF Selong, karena dinilai telah merugikan nasabahnnya.Termasuk apa yang terjadi pada dirinya dan warga yang saat ini ikut datang ke kantor FIF untuk melakukan protes.

“Kami akan laporkan ke Polda dugaan permainan yang dilakukan pihak FIF dan dirinya mengetahui itu,” ujarnya seraya mengancam akan membongkar semuanya nantinya.

Kemudian tokoh LSM Lombok Timur bersama aktivis lainnya diterima Wakil Pimpinan FIF Selong, Junaidi di lantai dua kantor FIF Selong.

Dalam penjelasannya, pihak FIF mengatakan akan melakukan investigasi mengenai masalah ini. Dikatakan dia, kalau memang bersalah nantinya akan ditindak tegas. Begitu juga kalau memang ada bukti yang dimiliki silahkan saja melapor.

“Kami akan lakukan invetigasi masalah ini agar menjadi jelas,” tukasnya.

Kemudian dihadapan pihak FIF Selong, Eko Rahardi menjelaskan kalau pihaknya tinggal membayar cicilan tujuh kali, dimana dirinya tidak pernah menunggak dalam pembayaran.

“Kalau nantinya istri saya terjadi apa-apa terhadap dugaan pengancaman yang dilakukan oknum petugas FIF yang datang menagih apa berani bertanggungjawab?” tanya dia. (Sul)

What do you think?

103 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Proyek Irigasi Tahun 2019 Senilai Rp 1 Miliar di Lombok Tengah Dilaporkan ke Polisi

Mataram Kreatif

Mataram Kreatif Gerak Cepat Ikut Tangani Pandemi Covid-19