4 Orang Provokator Blokade Jalan di Dompu Ditahan di Polda NTB

2 min


176 shares
Keempat tersangka kasus blokade jalan raya yang ditahan di Polda NTB. (foto : red)

kicknews.today – Selasa (12/5) Polres Dompu menangkap empat orang pemuda yang diduga provokator aksi pemblokadean jalan umum yang menyebabkan aktivitas lalu lintas terganggu  beberapa waktu lalu.
“Sehari setelah ditangkap, keempat tersangka langsung dikirim dan dititip ke sel tahanan Mapolda NTB,” ungkap Paur Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5).

Aiptu Hujaifah menerangkan, keempat tersangka insial FF (27), PA (27), SA (30) dan SY (30), ditangkap di Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, mereka sebelumnya telah dilaporkan dengan nomor laporan polisi LP/130/III/NTB/2020/Res.Dompu tertanggal 16 Maret 2020.
“ Para tersangka ditangkap di tempat terpisah, dua orang ditangkap di gudang jagung tempat mereka bekerja, satu orang menyerahkan diri dan satu orang lainnya ditangkap di rumahnya,” tuturnya.

Dijelaskan, keempat tersangka melakukan aksi blokade  jalan raya pada Jumat (13/5)  tepatnya di Jalan Raya lintas Sumbawa Desa Tekasire, Manggelewa Dompu.
Para tersangka dan warga yang terprovokasi memblokade jalan dengan  potongan pohon yang sudah ditebang, juga dengan balok  kayu serta membakar ban  di tengah jalan.

” Pemblokiran jalan raya tersebut yang berlangsung kurang lebih 3 jam, menimbulkan kemacetan sekitar 3 km dan berdampak bahaya bagi pengguna jalan yang tidak bisa melintas,” imbuh Hujaifah.

Dikatakan aksi mereka itu bermula terhadap ketidakpuasan penjelasan penyidik mengenai kasus kematian anggota keluarga mereka. Menurut para tersangka, suami korban diduga terlibat karena pada saat korban meninggal akibat kebakaran rumah, sang suami tidak berada di rumah dan bahkan hingga pada prosesi pemakaman pun tidak muncul.

Oleh sebab itu, mereka meminta kepada pihak Kepolisian untuk memanggil dan menangkap suami korban. “Penyidik telah menjelaskan kepada para tersangka bahwa itu hanya asumsi serta tidak mendasar sesuai fakta dan alat bukti, sehingga para tersangka tidak puas dan pulang, selanjutnya, tersangka PA mengajak warga desa Tekasire untuk memblokade jalan raya,” kata Hujaifah.

Keempat pemuda tersebut telah melanggar Undang – Undang sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 274 Ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan atau Pasal 192 Ayat (1) KUH-Pidana. (red)


Like it? Share with your friends!

176 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend