Lakukan Pelanggaran, Polda NTB Gelar Sidang Disiplin Anggota

3 min


-2
87 shares, -2 points
Sidang Disiplin
Personel anggota Polri dari Bid Humas Polda NTB saat dihadapkan di depan Sidang Disiplin

kicknews.today – Hukum tak pandang bulu, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si., Jumat (10/7), usai memimpin Sidang Disiplin Anggota lingkup hukum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB).

“Indonesia adalah negara hukum. Artinya, hukum tidak mengenal siapa yang melakukan pelanggaran, (hingga, red) sekalipun dia seorang Anggota Kepolisian. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota,” ungkap Kombes Artanto.

Dikatakan, perubahan drastis dan signifikan terhadap wajah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terjadi, sejak dilakukan reformasi birokrasi di tubuh Korps Bhayangkara baik dari struktur organisasi, kepangkatan dan jabatan hingga reward and punishment serta sanksi pelanggaran.

“Termasuk Sidang Disiplin terhadap salah satu anggota pada hari ini, yang dalam tugasnya dipandang ceroboh dan atau melanggar disiplin, sehingga karena kecerobohannya itu berdampak terhadap ketersinggungan pihak lain. Ini juga sebagai bukti bahwa dalam penegakan hukum, kami tidak pandang bulu. Bagi anggota yang berprestasi akan diberikan reward (penghargaan, red), dan begitu juga sebaliknya anggota yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai pelanggaran,” tegasnya.

Dijelaskan, dalam Sidang Disiplin kali ini bertindak selaku Pimpinan Sidang adalah Kabid Humas Polda NTB, Pendamping Sidang Kasubbid Peliputan Informasi dan Dokumentasi (PID) Kompol R. Sudjoko Aman, S.Sos dan Kasubbid Multimedia (Mulmed) Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, dengan Sekretaris Sidang Paur Perencanaan Bid Humas Ipda Wiwin Widarti.

“Pada Sidang Disiplin ini terperiksannya berinisial L.G adalah salah satu anggota Bid Humas Polda NTB, yang terkait dalam kasus pembuatan video pendek, dimana dalam pembuatan video itu yang bersangkutan unggah di media sosial yang tidak sesuai dengan aslinya, sehingga membuat pihak lain tersinggung. Jadi karena terperiksanya anggota Bid Humas, maka saya yang menjadi pimpinan sidangnya,” ucap Kabid Humas.

Sedangkan di belakang meja Penuntut Umum duduk Kepala Unit 1 Pemeriksaan Subbid Provos Propam Polda NTB Iptu Mosoli, S.Sos dan Ps. Panit Pemeriksaan 2 Ipda I Nengah Sutataedi. Sementara di kursi Pendamping Terperiksa duduk Kaur Produk Kreatif Subbid Mulmed Kompol I Nyoman Nursana, S.H., dengan petugas yang menghadapkan terperiksa Ps. Panit Riksa 2 Subbid Provos Propam Bripka I Komang Budiarta dan Pembantu Unit Riksa Bripka Akhmad Hasnun Jayadi.

“Dihadirkan juga Urusan Penegakan Hukum Provos Propam Pengtu Tingkat I Ahmad Saifudin Zohri, selaku Rohaniawan agama Islam dan Paur 3 Subbid Humas AKP Hopni Bureni untuk Rohaniawan agama Kristen,” jelasnya.

Disebutkan, dalam kasus ini terduga inisial L.G dinyatakan telah melanggar Pasal 4 huruf “d” dan Pasal 5 huruf “a” Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 2 Tahun 2003 tertanggal 1 Januari 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Putusan Sidang Disiplin terhadap terduga berupa teguran tertulis, Demosi, dan menjalani sanksi penempatan di tempat khusus selama tujuh hari.

“Setelah dibacakan putusan sidang kami tanyakan kembali kepada terperiksa terkait putusan itu, dan terperiksa menyatakan menerima semua putusan sidang,” ujarnya.

Untuk diketahui, usai terperiksa yang sebelumnya merupakan anggota Bid Humas Polda NTB tersebut, langsung dibawa dan atau ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani sanksi disiplin hingga tujuh hari ke depan mulai 10 – 17 Juli 2020, dengan masa pengawasan terhitung mulai 17 Juli 2020 -18 Januari 2021.

Sebelum sidang ditutup, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada terperiksa untuk meminta maaf secara langsung kepada saksi, yang sempat hadir dalam persidangan.

Sesuai STR-456-VII-KEP-2020 Kapolda NTB yang ditandatangani Kepala Biro Sumberdaya Manusia (SDM) Polda NTB, anggota yang bersangkutan telah dimutasi (dipindah tugaskan) dari satuan lama Bid Humas Polda NTB ke tempat tugas baru.

“Ini dimaksudkan agar ada efek jera, guna meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Nantinya setelah selesai menjalani hukuman akan langsung berhadapan dengan tugas baru yakni di Denma (Detasemen Markas) Polda NTB,” tutup Kabid Humas Polda NTB. (red)


Like it? Share with your friends!

-2
87 shares, -2 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend