in

Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Lombok Tengah Dimusnahkan

sasaran operasi pekat itu difokuskan pada penyakit masyarakat seperti judi, prostitusi dan peredaran miras di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah saat menggelar konferensi pers pemusnahan barang bukti operasi Pekat Gatarin 2020

kicknews.today – Satresnarkoba Polres Lombok Tengah pada Rabu (8/4) pukul 11.00 Wita kemarin melakukan pemusnahan terhadap barang bukti minuman keras (Miras) berbagai merek, baik itu miras tradisional jenis tuak dan brem hingga minuman beralkohol buatan pabrik yang tidak berizin penjualan.

Ribuan botol barang bukti miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) Gatarin sejak tanggal 22 Maret sampai 5 April 2020.

“Ini hasil operasi pekat yang sudah dilaksanakan selama dua pekan di wilayah hukum Polres Lombok Tengah,” ujar Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa kepada wartawan saat acara pemusnahan barang bukti.

Disampaikan, sasaran operasi pekat itu difokuskan pada penyakit masyarakat seperti judi, prostitusi dan peredaran miras di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Dalam operasi itu pihaknya berhasil mengungkap kasus judi sebanyak empat kasus dengan jumlah tersangka 24 orang dan barang bukti uang Rp 6 Juta. Kemudian kasus prostitusi sebanyak tiga kasus di salah satu Hotel di Kota Praya dan delapan kasus miras dengan jumlah tersangka 14 orang.

“Total barang bukti miras yang dimusnahkan ini 1040 botol baik itu miras bermerek maupun tradisional,” jelas AKBP Budi yang didampingi Wakapolres, Kasatresnarkoba dan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah.

“Operasi pekat ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Lombok Tengah juga menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan hidup inj dengan baik dan menghindari penyakit masyarakat tersebut. Karena penyakit masyarakat itu bisa menimbulkan pontesi kriminalitas di tengah masyarakat.

“Saya titip pesan bahwa kita dalam kondisi darurat wabah corona, saya himbau apa yang jadi imbauan Pemerintah itu betul-betul dilaksanakan. Masyarakat, Pemerintah, TNI dan Polri adalah garda terdepan dalam mencegah penyebaran covid-19 atau virus corona,” pungkasnya. (Ade)

What do you think?

101 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pendeta yang Positif Corona di Mataram Sembuh

Masuk Angka 3.293 Kasus COVID-19, NTB jadi 16 dan NTT Buka Kasus Perdana