Sekda Dan Asisten II Diperiksa Penyidik Tipikor Polres Lombok Tengah

2 min


kicknews.today – Penyidikan dugaan kasus korupsi dana Marbot Masjid dengan tersangka Camat Praya Barat Daya terus di kebut Penyidik Tipikor Polres Lombok Tengah.

Senin (8/4), Sekda Lombok Tengah HM Nursiah dan Asisten II Setda Lombok Tengah, Nasrun di periksa sebagai saksi oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah.

Asisten II, M Nasrun datang sendiri ke Polres Lombok Tengah untuk memenuhi panggilan Penyidik sekitar pukul 10.30 wita. Kemudian diikuti oleh kedatangan Sekda Lombok Tengah , HM Nursiah pada Sore harinya.

“Hari ini kita periksa Bapak Sekda dan Asisten II Setda Lombok Tengah untuk melengkapi petunjuk jaksa dalam kasus dana Marbot Masjid tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang di kantornya.

Ditegaskan, bahwa keduanya di panggil sebagai saksi dalam kasus korupsi dana marbut dengan tersangka Camat Praya Barat Daya, Kamaruddin. Sekda dan Asisten II dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan seputar kasus yang membelit Camat Praya Barat Daya.

“Pemanggilan Sekda dan Asisten II juga sesuai dengan petunjuk Jaksa untuk keperluan kasus ini mendapatkan P21 Jaksa Kejaksaan Praya,” jelasnya.

Ditanya apa saja yang menjadi materi pertanyaan kepada Sekda dan Asisten II yakni seputar SK Camat dan kewenangan Camat dalam hal menyalurkan dana Marbut. Pemeriksaan Sekda dan Asisten II merupakan pemeriksaan saksi yang terakhir sebelum berkas diajukan penyidik Tipikor Polres ke pihak Jaksa Kejaksaan Negeri Praya. Pihak penyidik Tipikor pada Selasa (9/4) hari ini semua petunjuk Jaksa bisa dipenuhi semua.

“Pada hari Rabu (10/4) besok berkas Penyidikan Camat Praya Barat Daya akan diserahkan ke pihak Kejaksaan,” terangnya.

Dengan harapan, berkas yang akan diajukan penyidik Tipikor ke Jaksa tidak ditolak lagi lantaran adanya kekurangan berkas. Sementara tersangka Kamaruddin karena habis massa tahanan, sesuai petunjuk Jaksa kembali penyidik tipikor Polres memberikan perpanjangan penahanan hingga 40 hari kedepan.

“Sesuai petunjuk Jaksa penyidik Tipikor Polres juga sudah mengambil keterangan tim Ahli pidana dari Bali,” ujarnya.

“Sedangkan untuk sangkaan tersangka tetap dijerat dengan Pasal 8 UU nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2001,” pungkasnya.

Terpisah, sementara itu Sekda dan Asisten II Setda Lombok Tengah yang dikonfirmasi terkait pemeriksaan dirinya enggan memberikan keterangan terkait kedatangannya ke pihak Penyidik Polres Lombok Tengah. (Ade)


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend