Pengakuan Mahsun ngotot Laporkan Ibu Kandungnya ke Polres Lombok Tengah

2 min


330 shares
AKP Priyo (kanan) saat maneshati Mahsun. foto : capture

kicknews.today –  Mahsun, warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah yang ingin melaporkan ibunya kandungnya, Kalsum ke Polisi belum juga tuntas. Perbuatannya ini menjadi viral. Meski sudah didamaikan Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono sebelumnya, namun Mahsun tak ingin berdamai kecuali syarat yang diajukannya terpenuhi.

“Bisa diselesaikan dengan damai, asalkan sepeda motor itu dikembalikan dan ditaruh disini. Bukan malah diambil diam diam dan diserahkan kepada saudaranya atau keluarga Ibu saya,” ujar Mahsun kepada wartawan, Selasa (30/6). Ia menganggap, motor itu adalah harta yang dibeli dari hasil penjualan tanah warisan ayahnya, sehingga saudara atau orang keluarga lainnya tak berhak mengambilnya.  Mahsun  mengklaim sebagai anak tunggal yang berhak atas warisan itu.

Ia ingin melaporkan Ibu kandungan  karena sepeda  motor itu dibawa secara diam-diam dan diserahkan kepada saudara ibunya, tanpa ada musyawarah dengan dirinya  sebagai anak kandung.

“Sepeda motor itu diambil tanpa musyawarah dengan saya, itu makanya saya keberatan dan melaporkan atas dugaan perampasan atau penggelapan,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan Ibu kandungan yang memutuskan mengambil sepeda motor itu tanpa ada musyawarah adalah tidakan semena-mena, karena barang-barang itu adalah harta warisan dari Ayahnya. Karena meskipun dirinya menjual tanah tetap melakukan musyawarah bersama Ibunya, bukan diam-diam.

“Saya tidak pernah jual tanah diam-diam, harus ada tandatangan Ibu kandung saya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Ranggagata, M Haikal mengatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya untuk menyelesaikan persoalan antara anak dan ibu kandungnya tersebut bersama para tokoh dan keluarga. “Namun, hasilnya tidak ada titik temu mereka sama-sama ngotot ingin mempertahankan motor.  Masih belum bisa diselesaikan,” ujar M Haikal.

Menurut dia, setiap dilaksanakan musyawarah, Mahsun tanpa permisi meninggalkan tempat pertemuan. Menurut Kades, ada kesan dia tidak mau diatur siapapun. Padahal sebenarnya saat itu sudah berkumpul mencari solusi.  “Tapi dia tidak ada di rumah dari tadi pagi sampai sekarang belum pulang,” ungkapnya.

“InshaAllah nanti malam kita bersama semua elemen masyarakat dan semua keluarganya akan kembali melakukan musyawarah untuk mencari solusi dari masalah ini,” pungkasnya. (ade)


Like it? Share with your friends!

330 shares
Ade

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend