PLN Peduli, siap Pulihkan Ekonomi setelah Pandemi dengan Kopi

2 min


106 shares
Bibit kopi tumbuh subur yang disiapkan PLN UIP Nusra. foto :ist

kicknews.today – Meskipun sedang anjlok akibat Pandemi covid berkepanjangan, namun pasca Covid-19 nanti, salah satu usaha yang diperkirakan akan booming adalah usaha kopi. Mengapa demikian?

“Meskipun banyak gerai atau warung kopi yang tutup, namun permintaan kopi dimasa pandemi ini justru meningkat. Sayangnya distribusinya susah dan mahal. tentu ini memberatkan petani kopi. Ditambah ketidaksiapan mereka (petani) dalam soal pengolahan pasca panen, sehingga kopi pabrikan/sasetanlah yang mengisi celah pasar ini,” ungkap Paox Iben Mudhaffar Presiden Repvblik Syruput.

“Dimasa normal saja, produksi kopi kita di Indonesia maupun NTB hanya mampu mencukupi 30 persen permintaan pasar. Sisanya ya kopi pabrikan/sasetan. Apalagi di pasar premium (Arabica), mungkin dibawah 20 persen. Kendalanya tentu saja kebun kopinya terbatas, bibit susah,” jelasnya.

Karena itu pihaknya menggandeng PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra untuk membantu mendorong petani membuat pembibitan mandiri. Seperti yang dilakukan oleh kelompok Tani di Sembalun Bumbung, Lawang dan Sapit yang berada di lereng gunung Rinjani.

“Kita dampingi petani, Insyaallah jika semua lancar dalam 3 tahun mendatang akan tersedia 1 juta bibit. Harapannya ke depan, NTB akan jadi salah satu pusat produksi kopi nasional maupun dunia,” kata pria berambut gimbal ini.

“Alhamdulillah, kita banyak dibantu oleh program PLN Peduli. Terutama untuk infrastruktur penunjang dan pengadaan benihnya. Meski ini baru pertama kita coba, syukurlah bibit tumbuh dengan baik. Tahun ini Insyaallah kita siap 200.000 bibit baik Robusta maupun Arabica,” kata Abdurrahman Wahid dari kelompok Tani Kopi desa Sapit Kecamatan Suela.

“Ada kita pernah dijanjikan, nanti bibitnya akan diserap (dibeli) Dinas Pertanian Propinsi. Tapi sampai sekarang ndak ada kabarnya. Tidak apa-apa juga, sih. Prinsipnya kita senang karena sejak dahulu Sembalun dan sekitarnya dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Kita akan kembalikan itu semua,” kata H. Purnipa, tetua adat Sembah Ulun yang juga ikut melakukan pembibitan.

Sementara itu, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP NUSRA Gregorius Adi Trianto mengatakan, bahwa pihaknya cukup senang bisa membantu petani untuk membuat pembibitan secara mandiri.

“Dimasa-masa sulit seperti ini, banyak program kita gulirkan. Ada bantuan sosial langsung berupa paket sembako dibeberapa titik, ada juga bantuan untuk memacu produktifitas masyarakat. Kita semua berharap pandemi ini segera berlalu. Dan Pasca covid nanti diharapkan masyarakat juga sudah siap menghadapi kondisi yang baru (new normal),” ungkapnya.

Ketika ditanya kenapa justru PLN yang bergerak untuk membantu petani kopi ini,
“Inisiatifnya justru dari petani sendiri. Ini yang membanggakan. Awalnya kita bawakan bibit dari luar daerah. Tapi mereka bilang lebih baik bikin pembibitan sendiri. Lebih sesuai dengan kultur setempat,” ungkapnya. (bsm)


Like it? Share with your friends!

106 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend