in

Indonesia ‘Naik Level’ jadi Negara Maju, Apa Menguntungkan?

Presiden Jokowi saat berbicara dalam ASEAN-Australia Informal Breakfast Summit

kicknews.today – Indonesia secara resmi dicoret oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dari daftar negara berkembang dan dinyatakan sebagai negara maju dalam perdagangan internasional.

Selain Indonesia, ada China, Brasil, India, dan Afrika Selatan yang ‘naik level’ jadi negara maju.

Lalu apakah ini baik atau tidak bagi Indonesia?

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Internasional (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan hal ini dapat mengancam posisi Indonesia atas fasilitas Generalize System of Preference (GSP) atau keringanan bea masuk impor barang ke Amerika Serikat (AS).

Hal itu karena Negera Paman Sam tersebut mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang.

“Kalau berdasarkan aturan seharusnya negara maju nggak bisa dapat GSP,” katanya dilansir dari  detikcom, Minggu (23/2).

Gikatakan dia, fasilitas GSP hanya diberikan untuk negara-negara kurang berkembang (LDCs) dan negara berkembang.

“Fasilitas GSP hanya diberikan kepada negara-negara yang mereka anggap sebagai LDCs dan negara berkembang,” sebutnya.

Terlepas dari dicoretnya Indonesia dari negara berkembang, saat ini AS masih mereview fasilitas GSP untuk Indonesia. Harapannya Indonesia akan kembali diberi keringanan bea masuk impor tersebut.

GSP adalah sebuah sistem tarif preferensial yang membolehkan satu negara secara resmi memberikan pengecualian terhadap aturan umum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kalau misalnya jadi negara maju kan nanti impact-nya itu kan bisa ke GSP. Saat ini kan Indonesia sedang di-review GSPnya. Dan itu kelihatannya ya semoga bisa lancar ya. Jadi bisa GSP-nya nggak dicabut,” tambahnya. (red.)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kecuali ‘Bikin Anak’ di Kolam Renang, Mustahil Hamil Kalau Cuma Berenang

Ribuan Bangunan Roboh Akibat Gempa di Turki Siang Tadi