in

PT. AMNT Bantah PHK Karyawan dalam Jumlah Besar

Aktivitas pekerja di perusahaan tambang

kicknews.today – Perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) membantah akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan dalam jumlah besar. PT Amman hanya akan melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan status karyawan.

Penjelasan tersebut dimaksud untuk menyampaikan hak jawab dan koreksi berita pada kicknews.today tanggal 7 Februari 2020, dengan judul “PT AMNT Akan Kurangi Karyawan dalam Jumlah Besar”.

Ada kutipan yang menurut manajemen perusahaan tidak tepat. Terdapat informasi yang dianggap keliru atau tidak akurat pada alinea ketiga yang tertulis, “Head of Corporate Communications PT. AMNT, Kartika Octaviana yang dikonfirmasi kicknews.today, Rabu [5/2] mengakui terkait rencana pemutusan kerja tersebut.”

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/2), Head of Corporate Communications, Amman Mineral Kartika Octaviana merasa perlu menyampaikan klarifikasi bahwa, pertama, Amman Mineral tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja [PHK] sebagaimana dimaksud pada kutipan tersebut. Sebab berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Bab I – Ketentuan Umum, pasal 25, menjelaskan, pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Kedua, pada saat diwawancara, Kartika Octaviana mengaku tidak mengeluarkan pernyataan “pemutusan kerja” “Sehingga informasi tersebut keliru,” sebutnya.

Meluruskan pemberitaan itu, yang dilakukan Amman Mineral menurutnya melakukan evaluasi karyawan secara menyeluruh untuk mengambil keputusan untuk memperpanjang atau sebaliknya kontrak karyawan yang akan habis pada bulan Januari dan Februari 2020 ini.

Evaluasi didasarkan atas tiga indikator utama, yakni kinerja, perilaku, serta rekam medis. “Bagi karyawan yang tidak memiliki hasil evaluasi yang baik dari ketiga indikator tersebut, maka perusahaan tidak melakukan perpanjangan kontrak. Dengan demikian, masa kerja karyawan yang bersangkutan akan berakhir sesuai dengan kontrak yang disepakati Perusahaan dan karyawan pada awal 2018 lalu,” paparnya.

Pihaknya berkomitmen untuk memberikan hak-hak karyawan hingga akhir masa kontrak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Hal lain yang diklarifikasinya, terdapat informasi yang keliru dan atau tidak akurat mengenai jumlah karyawan pada judul berita “PT AMNT Akan Kurangi Karyawan dalam “Jumlah Besar”. Kemudian, pada alinea pertama Perusahaan tambang PT, Aman Mineral Nusa Tenggara [AMNT] yang beroperasi di kabupaten Sumbawa Barat dikabarkan tengah merencanakan pengurangan karyawan dalam jumlah besar.

“Perlu kami tekankan bahwa informasi tersebut tidak akurat. Jumlah karyawan yang tidak akan diperpanjang masa kontraknya adalah 9% dari jumlah karyawan saat ini. Sementara 36% di antaranya akan melanjutkan kerja bersama mitra bisnis perusahaan,” klarifikasinya.

Melengkapi penjelasannya, Kartika Octaviana menegaskan, Amman Mineral akan terus menerapkan sistem evaluasi berbasis kinerja dengan mengadakan program-program pengembangan keterampilan profesional berkelanjutan untuk semua karyawan. (red.)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0
Hj. Putu Selly Andayani

Hadiri Jalan Sehat dan Launching BUMMas, Hj. Selly Andayani Beri Support Hadiah Grandprize

Pemilihan Putri Mandalika 2020 Meriah