in

TerhiburTerhibur BanggaBangga TerkejutTerkejut SedihSedih MarahMarah TakutTakut

PDP di Mataram Ikut Tarawih dan Cekcok dengan Petugas

PDP corona yang ikut tarawih di Mataram

kicknews.today – Upaya tim Gugus Tugas Covid – 19 Kota Mataram menjemput salah seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) berlangsung alot. PDP diketahui inisial S (57) cekcok dengan petugas saat dijemput Rabu 29 April 2020 malam. Ia menolak dijemput petugas dengan berbagai alasan.

Tingkah S ini viral di media sosial. Video S yang berdebat dengan petugas beredar di sejumlah whatsapp group. Ia menolak dibawa ke ambulance, bahkan sempat menantang petugas dan wakil Pemerintah Kota Mataram dari unsur kecamatan dan kelurahan, bahkan aparat TNI dan Polisi.

“Bapak sudah dinyatakan positif malam hari ini pak Sekda yang tanda tangan,” kata seorang petugas memberi pengertian.

“Yok, jangan kayak begini pak. Saya kayak  rampok, saya kayak maling. Mesti punya hak sama sama manusia,” timpal S.

S diketahui sempat memeriksakan diri di RSUD Kota Mataram, namun setelah menjalani Swab yang bersangkutan tidak mengikuti kegiatan karantina di Wisma Nusantara. Justeru ketika dijemput petugas setelah diumumkan dengan status positif Covid – 19, ia baru selesai ikut shalat tarawih di Mesjid Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Majeluk.

S yang malam itu mengenakan jubah bersikeras  menolak diangkut karena dalam kondisi baik baik saja, anak istrinya pun dalam kondisi sehat.  Bahkan sempat menantang duel petugas, karena menurutnya proses penjemputan bak pelaku kriminal. “Kalau ramai ramai begini aduh dah saya berkelahi,” tantangnya.

Sekitar lima menit lamanya adu mulut berlangsung, petugas pun berusaha sabar dan membujuk S agar segera masuk ke ambulance. Usaha yang sama dilakukan seorang aparat TNI.

S diketahui pasien nomor 229 asa Kelurahan Cakra Barat Kota Mataram. PDP ini pernah punya riwayat perjalanan mengikuti kegiatan Ijtima’ Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Setelah dibujuk, S akhirnya luluh. Ia akhirnya masuk ke mobil Ambulance diikuti tim medis Covid – 19 yang mengenakan APD.

Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik membenarkan kejadian itu. S sempat menolak dibawa tim medis namun akhirnya luluh. Setelah dibawa ke RS, S selanjutnya menjalani perawatan seperti PDP lainnya. Selanjutnya kerja keras tim Covid – 19 menurut Ahsanul Khalik, melakukan contact tracing. (red)  

  

What do you think?

102 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

11 Warga KLU Positif Corona, Tim Satgas Pastikan Penanganan Lancar

Pemda Lombok Tengah Dibantu APD dari Kalangan Perbankan