11 Warga KLU Positif Corona, Tim Satgas Pastikan Penanganan Lancar


0
285 shares
Juru bicara satgas covid-19 KLU Evi Winarni (tengah) saat memberikan informasi

kicknews.today – Pasien mengidap covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini bertambah jumlahnya. Ini sejalan dengan press realese Pemprov NTB pada Selasa (28/4) kemarin. Dari data itu tercatat sudah 11 warga KLU dinyatakan positif. Tim satuan tugas (satgas) penanganan covid-19 Pemkab Lombok Utara memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Dalam konferensi pers belum lama, terkait perkembangan penanganan yamg dilakukan selama ini. Banyak kegiatan sinergis dan kompehesif diklaim telah dilaksanakan. Koordinator Bidang Kehumasan tim satgas Evi Winarni, didampingi Kabag Humas Mujadid Muhas dan Kabag Organisasi Khairul Anwar mengungkapkan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus salah satu yang intens dilakukan yakni pengecekan suhu tubuh di tiga pintu masuk daerah.

“Kami memastikan supaya penyebaran ini bisa berhenti. Belum lama ini kita sudah kirim hasil swab tes 30 pasien ke Mataram. Tapi untuk hasilnya kita tidak berhak mempublikasi, itu ranah Pemprov,” ungkapnya.

Dijelaskan Evi, mulai dari menggelar pasar murah di lokasi zona merah, pemberian bantuan sembako, sampai pembagian masker secara gratis disejumlah titik adalah upaya tim memerangi virus mematikan tersebut. Tanggal 23-24 April sebanyak 31 ton beras sudah diberikan ke Warga Desa Malaka dan pada Senin 27 April diberikan bantuan serupa kepada seluruh Warga Desa Teniga sebanyak 10,5 ton beras.

“Kita juga sudah berikan bantuan sembako senilai Rp 250 ribu pada keluarga pasien reaktif yang saat ini menjalani karantina. Imbauan tentang bahaya virus, dan pembagian masker di Pasar Tanjung kemarin juga salah satu rangkaian,” jelasnya.

Tim satgas, lanjut dia, telah melakukan RDT (Rapid Diagnostic Test) pada 337 orang. Sebanyak 74 orang dinyatakan reaktif. 65 orang diantaranya menjalani karantina berkelompok di unit karantina eks RSUD Sementara. Sedangkan 9 orang lainnya melakukan isolasi mandiri yang dipantau puskesmas setempat. Rincian rekapitulasi medis yang dilakukan gugus tugas, ditemukan 86 orang tanpa gejala (OTG), dan 165 orang ODP dan 67 selesai dipantau. Sisanya ada 11 orang PDP dan Positif 3 orang.

“Ada 30 orang di-swab dengan tambahan terbaru sebanyak 16 orang lagi Senin 27 April lalu, dan hasilnya menunggu dari provinsi,” bebernya.

“Kabar cukup gembira datang dari pasien 01 Lombok Utara inisial N atau pasien 011 NTB, kondisinya terus membaik. Bahkan hasil swabnya tuan N dinyatakan negatif. Namun masih ada tes swab terakhir yang harus dilakukan sebelum mendapatkan sertifikat kesembuhan,” imbuhnya.

Dari sisi anggaran, satgas mengelola senilai Rp 65 miliar yang bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) di APBD murni 2020. Tercatat dari total nilai itu sudah terseksekusi senilai Rp 6,5 miliar untuk kebutuhan penanganan. Adapun instansi yang menggunakan yaitu BPBD KLU senilai Rp 4,5 miliar, Dikes KLU senilai Rp 826 juta, dan Dinas Sosial senilai Rp 407 juta.

“Perkembangan lebih lanjut akan kita informasikan. Kami harap supaya masyarakat bisa mematuhi apa anjuran dari pemerintah,” pungkasnya.(iko)


Like it? Share with your friends!

0
285 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend