Dianggap hianati Pancasila, Ormas Islam di Bima tolak RUU HIP

2 min


149 shares
Sejumlah ormas islam di Bima berkumpul menyatakan sikap menolak RUU HIP

kicknews.today – Sejumlah Organisasi Masyakarat (Ormas) Islam Kabupaten Bima menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Penolakan itu dsampaikan melalui pernyataan sikap usai melaksanakan salat Jumat yang berlangsung di halaman Masjid Al-Amin Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat (26/6).

Pernyataan penolakan sikap tersebut dibacakan Ketua FKSPP Bima, Ust Drs H Abdul Khair SH MH dan diikuti Pimpinan MUI, Pimpinan Ormas Islam dan Jamaah Masjid Al- Amin setempat.

Disampaikan bahwa Pimpinan Ormas Islam, Toga, Tomas Kabupaten Bima setelah menelaah, mengkaji secara empirik dan cermat munculnya resistensi warga bangsa terhadap rancangan undang-undang haluàn Idelogi pancasila (RUU HIP) maka mereka memutuskan dengan tegas kalau pembahasan RUU HIP tersebut karena dianggap sebagai bentuk penghianatan terhadap ideologi Pancasila

“Kita mendukung maklumat MUI pusat dan MUI Provinsi, MUI Kabupaten/kota se Indonesia tentang penolakan RUU HIP,” tegasnya.

Selain itu, meminta secara tegas kepada DPR RI dan pemerintah untuk tetap mengingat fakta sejarah kelam kemanusiaan yang dilakukan oleh PKI Tahun 1948 dan Tahun1965 sebagai pijakan naluri dan logika dalam menyusun Undang Undang.

“Kita mendukung sepenuhnya keberadaan TNI sebagai penjaga kedaulatan Negara NKRI. Sekaligus pengawal pancasila jika ternyata ada indikasi penyebaran paham komunis dengan berbagai cara segera laporkan kepada pos atau Markas TNI terdekat,” ungkapnya.

Kemudian, menyerukan kepada semua warga bangsa untuk memperkuat Ukhwah wathoniyah antar sesama anak bangsa dengan meneguhkan semangat kebangsaan dan penguatan karakter bangsa yang telah tercermin dalam Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa.

“Menyerukan kepada umat islam Indonesia agar tetap waspada dan selalu siap siaga terhadap penyebaran faham komunis dengan berbagai cara dan metoda licik yang mereka lakukan saat ini kapan dan dimana saja,” tuturnya.

Mendesak pemerintah, DPR RI dan seluruh penanggungjawab negara dari pusat sampai daerah untuk memastikan tidak ada lagi upaya dalam bentuk apapun yang bisa membuka ruang bagi komunis hidup di Indonesia.

“Pernyataan sikap ini disusun bersama pimpinan ormas Islam, toga dan tomas se Kabupaten Bima,” pungkasnya. (rif)


Like it? Share with your friends!

149 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend