Pesan Bupati Najmul Jelang Penertiban Bangunan di Dua Gili

2 min


40 shares
Bangunan di Gili Meno yang berada di sempadan pantai

kicknews.today – Berkaca pada penertiban bangunan sempadan Pantai Gili Trawangan 2017 lalu, masyarakat banyak yang merasa kecewa. Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar berpesan sebelum pelaksanaan penertiban di dua gili yakni Gili Meno dan Gili Air.

“Perencanaan yang harus dipikirkan supaya jelas di masyarakat. Jangan semata penertiban saja, karena ini konteksnya penataan juga,” ungkapnya, ditemui usai rapat pemantapan penertiban bangunan Gili Meno dan GIli Air di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (26/3).

Dikatakan, dari awal dinas telah diingatkan agar menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan ini secara keroyokan. Perencanaan hingga pasca pelaksanaan seluruhnya mesti ada tahapan secara pasti, sehingga tidak ada kesan pembiaran sebagaimana yang muncul di Gili Trawangan.

“Saya sampaikan tadi perencanaan awal, pasca, menjadi apa dan pemanfaatan, semua harus jelas. Karena anggaran untuk tahun ini sudah ada di APBD,” katanya.

Menurutnya, persiapan tim sejauh ini cukup baik dan koordinasi antar instansi terkait juga terus dilakukan. Pihaknya menilai masyarakat maupun pengusaha di Gili Meno dan Gili Air pun paham mengenai tujuan penertiban bangunan tersebut. Pola humanis tetap akan diusung, tetapi tidak menghilangkan sisi ketegasan terhadap tujuan.

“Kita tetap humanis, tetapi jangan menyampingkan ketegasan. Dari sosialisasi yang dilakukan, masyarakat kita paham apa tujuannya. Kalau masih ada yang tidak paham, jangan jadikan penghalang, kita bicara pelan-pelan,” jelasnya.

“Terhadap bangunan pemerintah dengan pertimbangan kepentingan umum, kita hindarkan sementara. Tetapi nanti akan dipindah juga kalau pun itu menggangu,” imbuhnya.

Sementara Asisten II Setda Lombok Utara Ir. Hermanto mengatakan, penertiban akan dilangsungkan pada April, paling lambat pertengahan bulan. Karena momen itu merupakan low season yang artinya wisatawan tidak banyak berkunjung. Hal ini pun sudah disepakati oleh seluruh tim, diantaranya aparat Kepolisian dan TNI.

“Paling cepat pertengahan April dan paling lambat pada minggu ketiga. Yang jelas tidak boleh lewat dari April,” bebernya, seraya menambahkan bahwa mengenai sisi anggaran sendiri masih ada pada OPD masing-masing sesuai kebutuhan teknis.

Terlepas dari bantuan pemerintah pusat, estimasi anggaran mencuat sekitar Rp 600 juta lebih. Informasi dari Bagian Pembangunan Setda Lombok Utara, jika jadwal pelaksanaan penertiban di Meno yakni pada tanggal 12 hingga 15 April dan di Gili Air tanggal 17 hingga 20 April 2018.

“Itu rancangannya tadi (terkait jadwal penertiban), namun tergantung sikon nanti. Kalau untuk anggaran sudah siap di beberapa SKPD. Dinas PU terkait alat berat, Dishub biaya solar penyebrangan, Dinas LH terkait pembersihan sisa sampah penertiban,” pungkasnya. (iko)


Like it? Share with your friends!

40 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend