Dewan Minta Evaluasi Program, Satu Dokter Satu Desa di KLU Gagal?


0
Wakil Ketua II DPRD KLU Mariadi (foto: rico)

kicknews.today – Program satu dokter satu desa yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Najmul-Sarif diminta dievaluasi. Sebab program yang berlangsung sejak 2016 ini dianggap belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara Mariadi, Selasa (25/2).

Menurut Mariadi, meski pihaknya enggan mengakui program tersebut gagal. Namun apa yang menjadi pertimbangan evaluasi ini tidak lepas dari suara masyarakat yang ada dibawah. Terlebih anggaran yang telah digelontorkan untuk program tersebut juga cukup besar. Hanya saja, fakta yang terjadi, masyarakat justru kerap tak menemui adanya dokter di masing-masing desa tersebut.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa ini berhasil atau tidak berhasil. Respon kita ini disesuaikan dengan apa yang dirasakan masyarakat. Kalau saya sendiri mengatakan ini belum terlihat,” ungkapnya.

Evaluasi itu dimaksud supaya parameter maupun format untuk keberlanjutan program bisa sesuai. Jelas impactnya yakni untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang langsung dapat dirasakan masyarakat. Maka itu, adanya evaluasi sangat penting guna menemukan adanya kesalahan dan dibicarakan bersama antara eksekutif dengan legislatif.

“Memang harus stand by, tempat tinggal dan siapkan apa-apa yang menjadi daya dukung. Jadi kalau hanya slogan saja lebih baik pemerintah mengevaluasi dulu, kemudian melihat apakah benar efektif atau tidak. Nanti tindak lanjutnya kita bicarakan bersama,” katanya.

Dijelaskan Politisi Golkar ini, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk mengetahui sejauh mana progres daripada salah satu program unggulan pasangan Najmul-Sarif (NASA) dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015 lalu. Karena menurut dia, penting adanya komunikasi antar kedua belah pihak sehingga apa yang menjadi hajatan pemerintah dapat berjalan sebagaimana rencana.

“Saya bersemangat sekali untuk melakukan itu (pemanggilan dinas terkait) karena ukuran kita menilai ini mesti ada parameternya. Semangatnya baik satu dokter satu desa, tetapi dievaluasi dulu dalam rangka memastikan ini berlanjut atau tidak,” jelasnya.

Pihaknya memberi gambaran, perihal pelayanan kesehatan masyarakat idealnya mengedepankan kualitas. Misalnya, tenaga bidan dan perawat yang ada di pustu maupun puskesmas untuk dapat diberdayakan sehingga kualitas mereka bisa lebih baik. Selain itu dari sisi kesejahteraan sebaiknya tenaga medis mesti ditingkatkan lagi.

“Karena percuma kalau kuantitas banyak tapi kualitasnya justru sedikit. Lebih baik kita berbicara para bidan dan perawat, di KLU ini mereka bekerja seperti robot namun gajinnya hanya Rp 1 juta sebulan,” pungkasnya.(iko)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend