in

Hasil Swab Belum Keluar, Orang Tua Pasien Ngamuk di RSU Sondosia Bima

Ustad Malik, Orang tua pasien yang dikarantina di RSU Sondosia Bima saat diwawancara wartawan.

Kicknews.today – Gara-gara hasil Swab kedua belum keluar, orang tua pasien yang dikarantina di RSU Sondosia, Ustad Malik mengamuk, Jumat (22/5).

Orang tua pasien, Ustad Malik menyampaikan bahwa anaknya berinisial, IL telah dilakukan Rapid tes beberapa waktu lalu dan dinyatakan reaktif oleh tim Covid-19. Sehingga harus dikarantina di RSU setempat.

“Empat hari setelah dikarantina anak saya dilakukan tes swab dan hasilnya negatif. Kemudian dilakukan Swab kedua kali tapi hingga saat ini hasilnya belum keluar. Swab yang kedua dilakukan delapan hari lalu. Belum juga keluar, padahal kita dikasih tahu hasil swab dapat diketahui setelah empat hari pengiriman,” ujar Ustad malik.

Kata dia, puluhan hari lalu anaknya datang dari Ponpes luar daerah, tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima bukan langsung pulang ke rumah . Tapi ia memandikan anaknya di laut supaya terhindar dari Virus Corona. Setelah berada di rumah selama 18 hari, anaknya diRapid Test oleh Tim Covid- 19 dan hasilnya reaktif.

“Tim Covid- 19 sudah melanggar protokol karena anak saya dilakukan rapid test setelah masa inkubasi usai yakni selama 14 hari,” tuturnya.

Dia mempertanyakan kepada Tim Covid-19 alasan keterlambatan hasil swab yang kedua yang dikirim delapan hari lalu. Akibatnya anaknya harus dikarantina lebih lama ibarat mendekam dalam penjara.

“Saat menerima hasil Swab pertama kita dijanjikan bahwa hasil Swab ke dua empat hari lagi akan keluar, tapi kenyataannya tidak ada. Kinerja Tim Covid-19 amburadul, pasalnya kita diberi harapan palsu,” kesalnya.

Ditegaskannya, supaya keadilan semua Tim Covid-19 harus dilakukan Rapid Test. Kalaupum hasilnya reaktif harus dikarantina supaya dapat merasakan hal yang sama. “Bukan saja Tim Covid-19, Bupati, Polisi, TNI dan lainnya semua dilakukan Rapid Test. Kalau reaktif harus dikarantina,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Covid- 19 RSU Sondosia, dr Sulistya membenarkan hasil Swab pasien tersebut negatif akan tetapi masih menunggu hasil swab kedua.

“Kalau hasil swab ke dua ternyata positif, maka pasien itu harus dirujuk ke RSUD Kota Bima untuk menjalani karantina lanjutan. Tapi kalau hasilnya negatif akan dipulangkan,” ujarnya.

Diakui dia, hasil swab yang ke dua terlambat datangnya lantaran antrian di Laboratorium Sumbawa. Hal itu karena RSUD Dompu dan lainnya banyak yang kirim sampel (swab, red).

“Biasanya hasil Swab keluar setelah empat hari dikirim. Tapi karena antrian maka harus tunggu lama,” tukasnya.

Dijelaskan Sulistya, setelah hasil Swab keluar, hasilnya akan dikirim ke RS Provinsi untuk dikaji dan selanjutnya hasilnya diserahkan ke Tim Covid-19 Provinsi untuk merilis dan mempublikasikan hasil swab tersebut melalui media.

“Itu sudah menjadi SOP dan tidak mungkin dilanggar karena semua pasien Covid -19 harus diperlakukan sama,” pungkasnya. (rif)

What do you think?

29 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Curi Motor, Pria asal Lombok Utara Rayakan Lebaran dalam Penjara

Tak ada Hilal Syawal Jumat Petang Ini, Lebaran Jatuh Pada Hari Minggu