in ,

Bayangkan 80 Ribu Pendaki Rinjani “Beol” di Segara Anak Tanpa Sanitasi yang Baik

Danau Segara Anak Gunung Rinjani (Foto: Wisata Gunung)

kicknews.today – Gunung Rinjani adalah Gunung sakral bagi masyarakat Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di puncak gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia terdapat danau Segara Anak yang menjadi tower raksasa sekaligus tempat yang dianggap suci masyarakat.

Wisata Gunung Rinjani memang merupakan salah satu kontributor andalan pariwisata Nusa Tenggara Barat. Sebelum peristiwa gempa Lombok tahun 2018, jumlah wisatawan mancanegara Gunung Rinjani pada 2017 tercatat mencapai 39.659 sedangkan wisatawan lokal mencapai 43.120 orang. Dengan ini maka jumlah pendaki Rinjani di tahun itu mencapai 82.779 orang.

Dengan angka tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari retribusi wisatawan pada 2017 mencapai Rp10,57 miliar. Jumlah tersebut naik 110% dari tahun 2016 yang hanya mencapai Rp5,08 miliar.

Namun sayang, dengan potensi sebaik ini sampah masih menjadi kendala klasik selain persoalan sanitasi yang tidak terurus di gunung yang kini menjadi geopark dunia ini.

Bahkan menurut hasil survei Komunitas Sapu Gunung bersama Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) pada tahun 2016, gunung Rinjani menempati urutan pertama gunung dengan sampah terbanyak.

“Hasil survei itu memprihatinkan. Di antara gunung taman nasional itu, nomor satu adalah Taman Nasional Gunung Rinjani paling banyak sampah plastik,” Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih disadur dari liputan 6.

Sampah di dekat danau Segara Anak Gunung Rinjani

Untuk persoalan sanitasi di mana tidak ada toilet yang cukup layak disediakan untuk para pendaki di gunung Rinjani sehingga mengakibatkan para pendaki kesulitan terutama buat buang air besar di kawasan yang dikelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini.

Hal ini mengakibatkan ribuan pendaki setiap tahunnya tentu saja memilih tempat yang dekat air untuk sanitasi. Maka Danau Segara Anak menjadi opsi paling baik bagi para pendaki untuk sanitasi.

“Bayangkan kalau ada 80 ribu pendaki ‘beol’ (buang air besar-red) di danau Segara Anak Gunung Rinjani yang merupakan tower sucinya masyarakat Lombok,” kata Pemerhati Sosial dan Budaya, Paox Iben Mudhaffar dalam satu diskusi lepas di Mataram soal wacana kereta gantung dan wisata helikopter di Gunung Rinjani pekan lalu.

Toilet di Rinjani yang terbengkalai

Menurutnya, hal ini secara spiritual akan membuat perasaan tidak nyaman masyarakat kalau ini dibayangkan. Terlepas dari proses air yang diserap tanah dan melalui penyaringan alami sehingga sampai di hilir sungai dan sampai di sumur-sumur warga. “Tetapi tetap saja perasaan tercemari itu ada,” katanya.

Maka dengan berbagai persoalan di gunung yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok ini, pembenahan pengelolaannya harus dibenahi. Dia sendiripun setuju dengan opsi pendakian-pendakian alternatif ke Gunung Rinjani, seperti penggunaan kereta gantung atau helikopter. “Meski begitu tetap saja persoalan sampah dan sanitasi harus dipikirkan jalan keluarnya,” pungkas dia. (red.)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

7 Siswa SMP Tewas saat Susur Sungai di Sleman, Masih ada yang Hilang

Jadi Penadah Motor Curian, Ibu Ini Ditangkap Polres Lombok Timur