in

Pelaku Wisata Minta Perusahaan Pemasang Billboard Berbau Pornografi Minta Maaf

Billboard yang terpasang di kawasan wisata Senggigi sebelum diturunkan Satpol PP Lombok Barat

kicknews.today – Billboard untuk promosi Female Dj yang terpasang di kawasan wisata Senggigi telah diturunkan pihak Satpol PP Kabupaten Lombok Barat, namun protes terhadap pemasangan iklan tersebut terus berdatangan. Asosiasi Pengusaha Muslim Indonesia (APII) meminta perusahaan pemasangan billboard agar segera meminta maaf secara terbuka, karena iklan itu dinilai tidak sejalan dengan branding wisata halal tourism yang disandang NTB.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) APII, H. Fauzan Zakaria menyatakan bahwa konten bilboard itu mengandung unsur pornografi. Dimana di sana ada ajakan untuk minum minuman keras pada hari Jumat, dengan biaya yang murah.

Menurutnya, pada billboard tersebut juga ditampilkan tiga cewek berpakaian ‘rada’ terbuka, yang menurutnya telah memenuhi unsur pornografi.

“Minta maaflah kepada masyarakat. Kontennya sangat vulgar baik foto ataupun tulisan yang ada di bilboard tersebut, ini seolah-olah mengajak masyarakat untuk meminum minuman keras pada hari Jumat. Ini sudah tidak benar,” tandasnya.

Fauzan juga mendesak pemerintah daerah untuk tidak segan menindak pengusaha, yang memanfaatkan unsur pornografi sebagai ajang promosi kegiatan usahanya.

Selain itu, adanya billboard itu menguak tabir bahwa sampai hari ini, belum ada blue print atau grand design halal tourism.

Fauzan meminta pemerintah provinsi melalui Dinas Pariwisata (Dispar), legislatif dan pihak terkait untuk duduk bersama membahas blue print wisata halal.

“Intinya, mari stackholder, pemerintah, bahwa branding halal tourism itu butuh dijaga. Apakah belum ditentukan grand design wisata halal kita? Ini tanggungjawab pemerintah, fasilitasi sektor yang ada mengenai grand design pariwisata NTB, kapan dilakukan?,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPD APII Lombok Barat Mastur malah sedikit sanksi dengan brand halal tourism, yang dibanggakan Pemprov NTB selama ini. Hal itu terlihat dari kesan seakan ada pembiaran pemasangan baliho pornografi.

“Lombok Seribu Masjid ini akan berubah menjadi daerah ‘seribu baliho porno’, jika tidak segera disikapi dan pemerintah segera buat desain wisata halal,” kata dia.

“Perda tentang wisata itu harus diemplementasi wisata halal dong,” ucapnya. (prm)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

PMII Surati KPK Terkait Dugaan Korupsi Alat Marching Band di Dikbud NTB

Peringatan Tsunami “Berdering”, Gempa 7,4 SR Guncang Rusia