in

TerhiburTerhibur BanggaBangga TerkejutTerkejut SedihSedih MarahMarah TakutTakut

Viral Pusat Perbelanjaan di Mataram Ramai, Gugus Tugas Lontarkan Ancaman

pemandangan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram. foto : FB

kicknews.today –  Pusat pusat perbelanjaan di Kota Mataram semakin ramai jelang lebaran. Seperti biasa, aksi borong kebutuhan sandang pangan dan papan jadi tradisi tahunan yang sulit ditahan meski dalam situasi pandemi Covid -19. Ramainya swalayan ini jadi  sorotan di media sosial.  Warga net menyesalkan kelonggaran yang diberikan membuka gerai perbelanjaan, diserbu masyarakat tanpa menghiraukan bahaya virus yang sedang mengintai.

Sebagaimana pemandangan di salah satu mall di Mataram, antrean di  gerai busana memanjang. Petugas keamanan memang sengaja mengatur antrean demi mematuhi physical distancing. Pemandangan sama di pusat perbelanjaan sekitarnya.

Atas situasi ini, juru bicara penanganan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa kembali menebar peringatan, semua toko yang tak menjalani protokol Covid-19 bisa saja ditutup paksa.

Peringatan ini diberlakukan untuk semua toko di Mataram  saat pandemi. Semua toko diwajibkan untuk menerapkan protokol penanganan Covid-19 untuk menekan sabaran wabah Covid-19.

“Kalau tidak bisa ditaati, biar diberikan tindakan tegas penutupan,” ujar Nyoman kepada kicknews.today terkait suasana di salah satu pusat perbelanjaan, Minggu (17/5).

Menurutnya, membeludaknya antrean warga yang datang berbelanja  harus dievalusi Pemkot Mataram. Sebab, walikota ujar Nyoman sudah mengimbau ke semua pemilik toko untuk mematuhi protokol Covid-19.

“Pasti akan dievaluasi. Karena pada saat pak wali mengumpulkan para pengusaha sudah diberikan arahan dan penekanan agar tetap pedomani protokol Covid-19,” pintanya.

Nyoman pun tak menampik, kondisi pra lebaran ini, tidak mudah mengatur situasi yang menyebabkan adanya kerumunan warga. Namun, pihaknya harus tetap berupaya mengedukasi masyarakat.

“Jangan sampai ada kelonggaran yang diberikan (sehingga) berdampak buruk,” akunya.

Terpisah, General Manager LEM, Salim Abdan menyebut, pihaknya sudah mewajibkan semua tenant di LEM untuk menerapkan protoko penanganan Covid-19.

“Sesaat, semua pengunjung harus diperiksa suhu tubuh sebelum masuk LEM,” pungkasnya

Juga, pihaknya pun telah membatasi jumlah pengunjung masuk LEM. Untuk tenant Matahari sendiri ujar Salim, pihaknya sudah membatasi sebanyak 500 pengunjung dalam sehari.

“Masuk matahari juga sudah dibatasi supaya nyaman dan terjaga jarak antar vustomer. Serta semua pengunjung harus pakai masker,” ujarnya.

Sempat ramai dibincangkan di media sosial karena membeludaknya pengunjung di Matarahi pada Minggu malam ini aku Salim, itu diakibatkan karena pengunjung antre untuk cek suhu tubuh.

“Mereka antre gantian masuk saat cek suhu tubuh. Kita juga imbau supaya jaga jarak sesuai protokol Covid-19,” ujarnya.

Khusus tenant Matahari untuk untuk lantai 1 dan 2 Ground, pihaknya telah membatasi 500 pengunjung. “Meski masih bisa lebih kapasitasnya, kita sudah batasi,” jelasnya.

Pada pintu masuk tenant Matahari maupun di area kasir, pihaknya pun sudah mengatur dan diberi tanda penerapan physical distancing. “Manajemen MDS mambatasi seperti itu, supaya selalu menjaga jarak,” tandasnya.

Salim pun mengklaim, selama ini pengunjung di tenant Matahari tidak pernah membludak melebihi batasan. Karena, sebut Salim, kondisi parkir di LEM masih banyak yang kosong.

“Itu juga gak banyak, hanya karena harus diperiksa saja,” jelasnya. Untuk pengunjung LEM sendiri jelas Salim, pihaknya pun membatasi sabanyak 10% pengunjung dari luas LEM.

Mendengar kondisi adanya pengunjung yang membeludak di tenant Matahari LEM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dr. H Usman Hadi pun meminta agar semua pihak bisa mentaati protokol penanganan Covid-19 agar tidak menyebabkan bertambahnya kasus transmisi lokal di Mataram.

“Harus ditaati protokolnya,” pungkas Usman.(Vik)

What do you think?

50 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

5 Pasien Positif Covid – 19 di NTB Terjangkit Klaster Magetan

Polres Bima Kota Temukan Sperma di Badan Bocah yang Tewas Tergantung