Lombok Tengah Siapkan Rp50 Miliar, Bupati: Jangan Kasi Warga Beras yang Ada Kutunya


0
433 shares
Bupati Lombok Tengah dan FKPD saat rapat penentuan anggaran penanganan Covid 19

kicknews.today – Teka-teki terkait anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk penanganan dampak virus corona atau Covid19 akhirnya terjawab. Pemerintah Lombok Tengah sudah menyiapkan anggaran tahap awal Rp 50 miliar untuk menghadapi dampak virus Corona tersebut.

“Jumlah anggaran tahap awal yang kita siapkan untuk penanganan virus corona ini Rp 50 Miliar,” ujar Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT dalam acara rapat di Pendopo Bupati Lombok Tengah, Kamis (16/4).

Dijelaskan, anggaran Rp 50 miliar itu diperuntukan untuk tiga kegiatan pokok, diantaranya penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan sosial. Sehingga pihaknya minta agar Camat menjalin koordinasi dengan Kepala Desa/Lurah agar mendata warga terdampak ekonomi.

“Jangan sampai bantuan yang diberikan kepada warga ini salah sasaran. Ini harus betul-betul diperhatikan,” jelasnya.

Ditegaskan, bahwa pihaknya berharap kepada Dinas terkait untuk bantuan sembako yang akan diberikan kepada masyarakat jagan asal-asalan, jangan sampai memberikan beras yang tidak layak konsumsi kepada masyarakat.

“Sembako itu semua harus layak konsumsi. Kemarin saya dengar beredar beras yang banyak kutunya diberikan kepada warga. Jangan sampai hal itu terjadi di Lombok Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, terkait jutaan masker yang akan diberikan kepada masyarakat, pihaknya menegaskan sampai saat ini masker masih tahap pengerjaan. Pihaknya tidak mau asal-asalan memberikan masker kepada masyarakat.

“Kita perhatikan betul klasifikasi kelayakan kain yang digunakan. Masker yang kita buat juga jumlahnya jutaan,” katanya.

“Penjahit dalam sehari maksimal bisa memproduksi 50 masker. Untuk itu, kami mohon masyarakat memahami hal itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Politisi Partai Golkar itu menyampaikan, di tengah wabah Corona ini, pihaknya memohon agar semua pihak tidak saling menyalahkan. Artinya, dalam kondisi ini semua pihak berhak menentukan kebijakan untuk saling membantu demi mencegah penyebaran virus Corona.

“Sudahlah, jangan kita saling salahkan. Saat ini kita semua punya kebijakan untuk saling membantu dan berperan memerangi corona ini,” pungkasnya. (Ade)


Like it? Share with your friends!

0
433 shares

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend