Libatkan Warga Lima Dusun, Pemda KLU Normalisasi Sungai Sokong

2 min


221 shares
Suasan pembersihan Sungai Sokong Lombok Utara yang melibatkan warga lima dusun

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) melakukan normalisasi Sungai Sokong. Sungai yang menjadi pemisah Desa Sokong dan Desa Tanjung itu, Rabu (15/7), dibersihkan dengan melibatkan warga di lima dusun sepanjang bantaran sungai.

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar ditemui usai membuka secara simbolis dimulainya pembersihan mengungkapkan, Lombok Utara memiliki banyak alur sungai baik besar maupun kecil dan salah satu di antaranya adalah Sungai Sokong. Dalam kesempatan tersebut, Najmul meminta supaya masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga sungai secara maksimal bukan justru dikotori.

Hal itu dikatakan Najmul, mengingat fenomena bahwa sungai tidak hanya sebagai tempat mengalirnya air, namun juga dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat dalam budidaya komoditi kangkung.

“Sungai ini juga sebagai sumber kehidupan masyarakat. Kangkung yang kita makan setiap hari itu juga dari sini,” ungkapnya.

Menurutnya, pembersihan sungai sokong merupakan bentuk kepedulian pemerintah kaitannya dengan mengantisipasi bencana. Sebab umpama jika sungai tidak dibersihkan tatkala intensitas hujan tinggi dan air meluap maka banjir bisa saja terjadi. Terlebih lagi sungai sokong dirasa menjadi icon lantaran posisinya yang berada ditengah kota oleh karenanya kebersihannya pun juga harus diperdulikan.

“Maka dengan dibersihkan ini kita membantu memulihkan ekonomi masyarakat. Kalau sudah dilakukan pembersihan ketika hujan dan air meluap, Insyallah masyarakat tidak akan terganggu,” katanya.

“Jangan buang sampah di sungai karena kita sudah siapkan tempat pembuangan sampah di darat tolong itu dimanfaatkan. Kalau kita tetap buang sampah di sungai maka banyak orang yang dirugikan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DLHPKP Lombok Utara Zaldy Rahardian menjelaskan kegiatan ini melibatkan sekitar 300 masyarakat yang berada di lima dusun desa sokong. Di antaranya dusun majalangu, dusun karang raden, dusun karang langu, dusun karang pande, dan dusun karang nangka. Menerapkan system padat karya masyarakat berbondong-bondong turun ke sungai untuk mengangkut sampah yang ada dibawah pun dipinggiran. Normalisasi ini sendiri dilakukan selama 5 minggu dengan dibantu alat berat oleh dinas yang ia pimpin.

“Jadi bisa dilihat beginilah keadaan sungai kita. Minimal nanti ini bisa bersih dan kegiatan ini melibatkan kadus dan kades supaya mereka juga bisa berperan aktif,” jelasnya.

Sungai Sokong idealnya bisa dijadikan representasi bak rest area pun lokasi wisata. Maka itu langkah pertama yang dilakukan yakni dengan membersihkan lebih dulu sehingga masyarakat yang datang atau yang berada disekitar lokasi merasa nyaman. Selanjutnya, dinas teknis seperti PUPR atau Disbudpar Lombok Utara harus berperan aktif untuk menangkap peluang tersebut sehingga objek-objek wisata di daerah tidak terkesan itu-itu saja.

“Memang dulu sempat ditata oleh PU tapi karena gempa, hancur, itu kita maklumi. Sebetulnya di sini sangat bagus paling tidak jadi tempat singgah. Nanti kita lakukan riview untuk wisata atau bagaimana,” pungkasnya. (iko)


Like it? Share with your friends!

221 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend