in

Menuju 169 Hari NTB Siaga Darurat Bencana Corona

Ilustrasi Ruang Isolasi Virus Corona

kicknews.today – Masa Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019 (COVID–19) selama 169 hari ditetapkan untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai besok, 16 Maret hingga 31 Agustus 2020 nanti.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik meminta Bupati dan Walikota di NTB menetapkan status ini dalam rapat terbatas bersama FKPD pada Minggu (15/3).

“Menindaklanjuti hasil rapat terbatas jajaran Pemprov NTB tanggal 15 Maret 2020, bahwa dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID–19 dan dampaknya di NTB, diminta Bup/Wali untuk menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019 (COVID–19) masing–masing kab/kota,” katanya dalam pesan tertulis.

Masa 169 hari bukanlah masa yang singkat. Lebih dari lima bulan status siaga Siaga Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019 (COVID–19) ini akan dilaksanakan. Imbas dari penetapan inipun harus diantisipasi. Belum lagi akan memasuki bulan ramadhan dan lebaran yang jelas di situ akan banyak aktifitas juga kebutuhan-kebutuhan pendukung yang perlu disiapkan.

Menanggapi ini, pegiat pariwisata Indonesia, Taufan Rahmadi yang dihubungi di Mataram, Minggu (15/3) mengatakan, putusan terkait 169 hari ini harus benar-benar dicermati dan direview pelaksanaannya di lapangan. Harus diperhitungkan secara maksimal program-program mitigasi yang dilakukan terkait dengan menjaga NTB untuk tetap kondusif dan zero corona.

Spirit menjaga NTB zero Corona harus dapat tumbuh di semua elemen masyarakat. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Bukan hanya tanggungjawab seorang gubernur tetapi merupakan tanggung jawab kita semuanya. Terutama yang bergerak di bidang pariwisata saya rasa harus bisa melihat ini dari kacamata kepentingan dan keselamatan masyarakat yang lebih besar,” harapnya.

Dia meminta agar semua bersiap untuk memikirkan langkah-langkah mitigasi baik pariwisata atau ekonomi pasca wabah virus corona ini mereda.

Yang juga penting untuk dilakukan menurut dia, Pemerintah Provinsi NTB berkewajiban mempersiapkan langkah-langkah mikrotehnis terkait hal ini dengan penjelasan-penjelasan yang bisa dilakukan melalui semua kanal media official dengan satu pintu informasi dan menjangkau hingga ke pelosok desa sekalipun.

“Langkah-langkah mikroteknis ini penting agar masyarakat tidak panik dan tetap merasa dalam jaminan keselamatan dan kenyamanan dari pemerintah Provinsi NTB,” jabarnya.

Lalu selanjutnya kata dia, selama masa 169 hari ini harus disampaikan juga oleh pemerintah Provinsi NTB terkait pasokan logistik, sandang pangan papan dari masyarakat di NTB yang harus dipastikan mudah diperoleh dan tidak ada spekulan yang mengambil kesempatan di saat seperti ini.

“Harus benar-benar semua saluran distribusi dari pasar tradisional sampai pasar modern dan unit-unit usaha lainnya harus dipastikan aman,” pintanya. (red.)

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Pasien Positif COVID-19 jadi 117 Orang, Presiden: Saatnya Bekerja, Belajar dan Ibadah di Rumah

Lombok Tengah Bergerak Cepat Antisipasi Penyebaran Virus Corona