in

TerhiburTerhibur BanggaBangga TerkejutTerkejut SedihSedih MarahMarah TakutTakut

Mita mengaku suami tahu dirinya lelaki: pernah wik-wik 3 kali sebelum menikah

Ilham, penasihat hukum Mita menunjukan foto kemesraan kliennya dengan Muhlisin.

Kicknews.today – Mita alias Supriandi (25) akhirnya angkat bicara. Ia mengaku, sebelum menikah dengan Muhlisin (31) warga asal Gelogor Kecamatan Kediri Lombok Barat, mantan suaminya itu sudah mengetahui jenis kelaminnya. Maklum, keduanya berpacaran selama enam bulan.

Ilham, Penasihat Hukum Mita saat konfrensi pers, Kamis (11/6) di Mataram menjelaskan, secara personal dan verbal Mita sempat mengaku kepada mantan suaminya bahwa ia adalah seorang laki-laki.

“Pada saat Mita memberitahunya, Muhlisin tidak menanggapi dengan serius klien kami waktu pertama kali bertemu,” kata Ilham.

Bukan hanya itu, Muhlisin juga sempat melakukan hubungan intim dengan Mita sebanyak tiga kali. Itu terjadi di kediaman Muhlisin sebelum melangsungkan pernikahan pada Rabu 2 Juni 2020 lalu.

Selain itu, Muhlisin juga sempat meminta memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Mita, dengan menyuruh Mit menempelkan foto miliknya pada KTP-e yang telah tertera beserta nomor NIK.

“Jad i sebelum melangsungkan perkawinan, dia (Muhlisin, Red) menyedorkan Mit KTP seseorang untuk tempel fotonya. Sebagai kelengkapan administrasi menikah. Saat itu klien kami langsung tempel,” jelas Ilham.

Dari pengakuan Mita, kata Ilham, surat numpang nikah atau NA itu didapat dari lingkungan di kelurahan tempat tinggalnya di Lingkungan Pejarakan Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan Kota Mataram.

“Wali hakim memang dari lingkungan Pejarakan. Tapi, proses mendapatkan NA itu atas dasar permintaan dari Kadus (Kepala Dusun) Desa Gelogor Kecamatan Kediri alamat Muhlisin, melalui WhatsApps pak Kadusnya,” terangnya. “Ini sangat janggal. Kedua belah pihak, kecolongan,” lanjut Ilham.

Hingga kini, pihaknya tengah mengumpulkan semua alat bukti untuk menangkal semua tuduhan pihak Muhlisin kepada mantan istrinya itu. “Jika kasus ini berlanjut, kita punya alat bukti yang kuat kok. Yaitu video Mita dan Muhlisin saat melakukan hubungan intim saat pacaran. Video itu direkam oleh Mita, klien kami,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Pejarakan Karya, Burdi mengatakan, pihaknya memang benar telah menandatangi NA yang diajukan Mit kepada pihak kelurahan. “Tapi saat itu bukan saya yang menandatangani. Tapi Seklur (sekretaris lurah) saya yang tanda tangan bersama Kepala Seksi Sosial,” katanya. (vik)

What do you think?

76 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kapolda NTB perintahkan anggota Polres Lombok Tengah “curi” hati Masyarakat

Pengantin wanita yang ternyata pria di Lombok ditetapkan sebagai tersangka